}
Tampilkan postingan dengan label Cara mengatasi penyakit Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara mengatasi penyakit Burung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2017

Tips Mengatasi Burung Yang Serak

Cukup banyak pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman Ronggolawers yang mempertanyakan tips atau cara penanganan burung yang mengalami suara serak. Dalam tulisan kali ini penulis akan mencoba memberikan ulasan tentang hal tersebut, yang diambil dari beberapa literatur, pengalaman teman & pengalaman penulis sendiri. Berikut ini bahasan penyebab & cara pengobatan suara serak pada burung. Penyebab Dan Cara Mengobati Suara Serak Pada Burung : Pada kebanyakan kasus, yang sering tejadi suara serak itu menyerang pada jenis burung kenari atau jenis “Singing Finch” lainnya (Sanger, Blackthroat, Mozambic, Goldfinch dll). Akan tetapi hal tersebut bisa saja terjadi pada burung kicauan lainnya juga. Contoh kasus, suara serak yang menyerang pada burung Kacer, ini akan membuat kicauannya menjadi tidak keras, tidak nyaring, tidak jelas alunan suaranya dan bisa dikatakan kicauannya menjadi jelek. Hal ini tentu saja akan mengurangi penampilan Kacer Anda, terlebih lagi jika burung tersebut akan diikut sertakan dalam lomba. Hal tersebut tentu saja akan membuat bingung dan harus segera dicarikan solusinya. Suara serak bisa saja menyerang burung kicau apa saja, seperti Murai batu, tledekan, kenari dan khususnya Kacer. Pada dasarnya, suara serak pada burung kacer atau burung kicau lain terjadi karena beberapa faktor. Beberapa faktor penyebab suara serak pada burung Kacer dan burung kicau lainnya : Akibat salah pakan (misalnya karena makan kroto yang telah basi). Akibat gangguan atau infkesi saluran pernapasan. Akibat sirkulasi dan kualitas udara yang buruk. Akibat penjodohan yang terlalu lama di satu sangkarkan sama betinanya (kasus ini sering terjadi pada jenis burung kenari, blackthroat, sanger, mozambik dll) Akibat terlalu sering ditrek. Akibat kesalahan penjemuran (baik itu terlalu lama dijemur ataupun waktu penjemurannya yang salah). Adapun cara mengobati suara serak pada burung kacer dan juga burung kicau lainnya sebenarnya bisa dengan beberapa cara sederhana yang disesuaikan dengan penyebab suara serak tersebut awal mulanya terjadi. Solusi cara mengobati berdasarkan faktor penyebabnya : a. Akibat salah pakan Penyebab pertama Kacer yang serak adalah pemberian pakan yang salah atau tidak tepat, dan lebih sering terjadi akibat pemberian kroto yang sudah basi (Karena dalam kroto yang sudah basi dan sudah tidak layak untuk dikonsumsi burung,terdapat mikroba yang berbahaya bagi kesehatan burung termasuk suaranya). Solusi yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan kroto yang benar-benar masih segar & terjaga kualitasnya. Suara serak yang terjadi pada Kacer atau burung ocehan lainnya bisa juga disebabkan pemberian voer yang sudah apek (Kadaluarsa/ kandungannya rusak), jadi anda bisa menggantinya dengan voer yang baru ditambah kroto dengan kombinasi secara seimbang. b. Akibat gangguan atau infeksi saluran pernapasan Untuk hal infeksi saluran pernapasan, bisa terjadi akibat kebersihan sangkar atau kandang yang menjadi penyebab utamanya. Karena kotorannya, bisa menimbulkan banyak jamur dan parasit yang ada di sekitar sangkarnya tersebut, bisa juga akibat sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan sebelumnya. Perlu diketahui juga, biasanya jenis infkesi saluran pernapasan pada burung didominasi oleh dua macam, yaitu infeksi tungau kantung udara dan Psittacosis. Adapun untuk solusinya, pastikan kebersihan sangkar atau kandang, kerodong, dan juga tempat pakan dan minum harus selalu bersih higienis. Hal tersebut bisa dengan menyemprot atau mencuci sangkar, kerodong, tangkringan, dan juga tempat pakan dan minumnya dengan shampoo JATI JAJAR yang mengandung disinfektan khusus untuk burung, dengan perbandingan 3 tutup botol JATI JAJAR untuk 1 liter air. Adapun untuk pengobatan burung yang sudah terserang serak suaranya, kita bisa memberikan obat merk E-Bodre dengan cara ditetes langsung ke mulutnya dengan dosis 1-2 tetes 2x sehari (siang & sore). Berikan selama 3-5 hari berturut-turut. Atau bisa juga di tetes pada Extra fooding atau minumannya sebanyak 5-6 tetes, tetapi harus diganti setiap harinya. c. Akibat sirkulasi udara yang buruk Dalam memelihara burung, sirkulasi udara yang baik wajib juga anda perhatikan. Sebab jika kondisi sirkulasi udara tidak bagus(Ventilasi yang kurang, udara ruangan terlalu pengap, tingkat kelembaban yang kurang/rendah atau angin terlalu kencang). Kondisi ini dapat mengakibatkan burung tersebut menjadi mudah terengah-engah nafasnya. Maka dari itu pastikan sirkulasi udara di ruangan tempat menaruh burung dalam keadaan baik, karena semua itu akan membuat suara burung menjadi serak bahkan macet bunyi total. Selain itu, kebersihan sangkarnya harus selalu dijaga. Bersihkan sangkar burung minimal 2x sehari untuk mengurangi resiko burung terkena penyakit. d. Akibat penjodohan yang terlalu lama di satu sangkarkan sama betinanya Saat ini, burung- burung ocehan seperti kacer, murai batu, anis kembang dll. Sudah banyak yang berhasil ditangkarkan, penangkaran burung – burung tersebut pastinya perlu waktu yang cukup lama untuk bisa berjodoh dengan betinanya. Ketika proses penjodohan tersebut pastinya antara Jantan sama betinanya akan di satukan tempatnya (satu sangkar/kandang). Selama proses tersebut, biasanya kalau kita pisahkan burung jantannya ke sangkar sebelumnya akan ada perubahan dalam suara kicaunya (menjadi serak). Jika hal tersebut terjadi pada burung Anda, pastikan selama proses penjodohan tersebut, berikanlah perhatian atau perawatan lebih dari biasanya. Vitamin dan Extra Fooding (jangkrik, kroto, ulat hongkong dan lainnya) harus selalu di perhatikan dan rutin di berikan. Akan tetapi, kasus suara serak selama perjodoan lebih sering terjadi pada jenis burung Kenari dan jenis-jenis singing finch lainnya. e. Akibat terlalu sering ditrek sesama sejenisnya Hal ini banyak dinilai sepele, akan tetapi jika dilakukan terlalu sering. Hal ini akan membuat jenis burung tertentu menjadi serak suaranya. Sebagai contoh kasus, burung kacer atau ciblek yang merupakan jenis burung kicau petarung (fighter) yang akan selalu berkicau jika ada yang dianggapnya “musuh” baik dari burung sejenisnya ataupun burung jenis fighter lainnya. Jika burung kacer didekatkan dengan burung kicau lain yang bertipe petarung juga, maka dengan spontan kacer akan mengimbanginya bahkan bisa lebih agresif dengan cara berkicau terus menerus. Hal ini bisa jadi salah satu penyebab yang bisa membuat kacer menjadi serak kehabisan suara. Hal lainnya, bisa juga diakibatkan karena seringnya dilombakan dengan frekuensi yang sangat tinggi. Hal ini bisa membuat kacer atau jenis burung lainnya mengalami kehabisan suara dan akhirnya menjadi serak. Untuk solusinya, pastikan kacer/burung lainnya disimpan di tempat tenang atau dijauhkan dari burung lain (jangan sampai melihat atau mendengar suara burung lainnya) supaya kacer anda tidak selalu berkicau terus menerus. Fungsi kerodong sangat diperlukan, upayakan agar kacer Anda terus dalam keadaan full kerodong. Gantangkanlah kacer Anda di tempat yang tenang,sejuk dan sepi supaya nalurinya tidak terpancing untuk berkicau dengan lantang. Sebelum burung dikerodong, sangkarnya harus di bersihkan dulu dari kotorannya. Adapun perihal burung diikutkan lomba,hal tersebut boleh-boleh saja. Akan tetapi harus diatur waktunya supaya ada kesempatan untuk burung menikmati waktu “istirahat” supaya kondisi fisik, mental, kesehatan dan suara burungnya tetap terjaga dan stabil. f. Akibat kesalahan dalam hal penjemuran. Hal ini adalah masalah yang sering di anggap hal yang sepele yang sering dilakukan oleh para Kicau Mania pemula.Penjemuran kacer/burung lainnya yang kurang tepat, sebetulnya bisa mengakibatkan rusak atau seraknya suara burung Anda. Kesalahan di sini bisa berupa dalam hal penjemuran yang terlalu lama dan juga kesalahan pemilihan waktu penjemurannya. Perlu diingat, penjemuran burung di atas jam 10 pagi tidak membuat burung menjadi baik, akan tetapi justru sebaliknya. Hal ini bisa membuat burung sakit akibat terkena terik sinar matahari dan suaranyapun bisa menjadi serak. Adapun waktu menjemur burung yang baik adalah sekitar jam 7 pagi dan burung harus sudah diteduhkan sebelum jam 10:00. Adapun mengenai lamanya penjemuran cukup sekitar 2 jam-an. Untuk jamnya, bisa disesuaikan dengan iklim di daerah masing-masing. Setelah kami jelaskan penyebab dan solusi suara serak pada burung yang dalam hal ini kami ambil contoh kasus pada burung kacer, maka untuk selanjutnya kami berikan informasi mengenai setelan pakan dan pemberian obat untuk menyembuhkan suara serak pada kacer. Berikanlah pakan kombinasi antara kroto yang benar-benar segar (tidak basi) dan voer yang terjaga kualitasnya. Untuk minumannya, berikan air yang mengandung cukup mineral tinggi, misalnya air minum dalam kemasan atau air minum yang sudak di masak terlebih dahulu. Anda juga bisa mencampurkan obat khusus untuk suara serak merk E-Bodre (Jika pengobatannya tidak dengan cara ditetes langsung ke mulutnya). Stop dulu pemberian ulat hongkong selama masa penyembuhan, karena epek pemberian ulat hongkong itu akan membuat badan burung panas. Kita bisa menggantikannya dengan memberikan cacing yang efektif mengatasi suara serak pada burung pemakan serangga. Untuk pemberian jangkrik, pastikan dulu Anda menghilangkan bagian-bagian dari kepala, sayap dan kaki jangkriknya sebelum diberikan pada kacer. Olesi jangkriknya dengan madu murni sebelum diberikan pada burung. Jika kondisinya sudah pulih, maka kita bisa mengembalikan ke setelan harian semula . Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang tips mengatasi burung yang terserang suara serak.
Baca selanjutnya- Tips Mengatasi Burung Yang Serak

Senin, 02 Januari 2017

Mengatasi Jamur Pada Kaki Burung Kicau

Sobat iman kicau, pernahkah burung kicau kesayangan anda mempunyai masalah dengan tumbuhnya jamur atau bubul di kaki dan sela-sela jari? Tentu jika anda selalu menjaga kebersihan kandang/sangkar, terutama tenggeran/tangkringan maka masalah jamur ini tidak akan menimpa burung kesayangan anda. Ya, karena jamur yang tumbuh di jari-jari dan kaki burung hanya akan tumbuh jika kebersihannya tidak terjaga. Pada kesempatan ini kami akan berbagi tips mengenai cara mengobati jamur di kaki burung kicau. Artikel ini hanya untuk berjaga-jaga apabila ada jamur di kaki burung kicau kesayangan anda. Jamur atau bubul yang tumbuh di kaki dan jari-jari burung disebabkan oleh kebersihan sangkar terutama tenggeran yang tidak bersih. Tenggeran yang lembab dan terdapat kotoran (baik feces maupun sisa makanan) akan sangat cepat ditumbuhi jamur tersebut. Untuk itu jagalah selalu kebersihan sangkar dengan cara mencuci dan membersihkan dari kotoran setiap pagi dan sore. Lalu bagaimana cara mengobati jamur di kaki burung kicau? Simak artikel berikut dengan saksama sampai akhir. Berikut ini cara menghilangkan/mengobati jamur di kaki burung kicau secara mudah dan efektif : Pertama-tama, pegang burung yang terdapat jamur di kakinya secara perlahan dan santai. Kemudian cucilah kaki yang berjamur tersebut dengan air hangat sampai benar-benari bersih/hilang jamurnya. Setelah itu keringkan kaki burung dengan kain lap. Kemudian oleskan/basahi kaki burung dengan minyak tanah, dan tunggu sampai benar-benar kering tanpa dilap. Setelah itu oleskan salep antijamur seperti canesten, daktarin atau salep 88 yang terbukti ampuh menghilangkan jamur. Burung tidak perlu dimandikan sampai 2 hari sejak diberi salep antijamur. Dua hari kemudian cuci kembali kaki burung dengan air hangat seperti langkah di atas. Kemudian basahi lagi dengan minyak tanah, tunggu sampai kering dan oleskan lagi salep antijamur. Lakukan secara rutin sampai jamur benar-benar hilang. Biasanya dibutuhkan waktu maskimal 3 minggu untuk menghilangkan jamur. Jamur akan mengelupas atau kering dan kaki burung kicau kesayangan anda kembali bersih. Sebenarnya kaki burung kicauan anda tidak akan berjamur selama anda menjaga kebersihan sangkar dan tenggerannya setiap hari. Maka jangan sampai tumbuh jamur di kaki burung kicauan anda karena malas membersihkan sangkar. Jamur yang menempel di kaki burung akan mengganggu penampilan burung kicau, baik secara fisik dan psikis. Burung akan macet bunyi jika ada sesuatu yang mengganggunya. Sobat kicaukan, demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Cara Ampuh Mengobati Jamur Di Kaki Burung Kicau. Semoga bermanfaat bagi anda semua, dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicaukan untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!
Baca selanjutnya- Mengatasi Jamur Pada Kaki Burung Kicau
#newnavbar ul li{ list-style-type: none; display:inline; margin:0px; padding:30px; border:0px solid; }