}
Tampilkan postingan dengan label Merawat burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merawat burung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2017

Rawatan Harian Pleci Cepat Lasrol (Ngalas Ngerol)

Burung Pleci sekarang ini sudah menjadi primadona bagi para kicaumania karena kicauannya yang menggelitik ditelinga dan sudah dibukanya lomba kelas pleci. Jenis burung pleci sangat beragam tetapi kebanyakan Pleci Dada Kuning yang lebih banyak dilombakan ketimbang jenis pleci lainnya, itu dikarenakan perawatan pleci dada kuning cenderung lebih mudah ketimbang perawatan pleci montanus/ dada putih. Rawatan harian burung pleci sebenarnya sama dengan burung burung yang lain yaitu dengan cara memberikan pakan dan minum serta menjaga kebersihan kandang, tetapi banyak pleci mania kliru dalam memilih jenis kelamin burung pleci yang ternyata jenis betina yang dipelihara yang menjadikan burung tersebut tidak kunjung berkicau bisa jadi itu betina.
Pleci Popeye Milik Ahlian Fikri Madiun Ngalas Ngerol Kenarian
Para Plecimania menginginkan pleci kesayangannya cepat lasrol ataupun buka paruh tetapi ternyata memang harus bersabar untuk menjadikan pleci seperti itu karena burung pleci merupakan burung seribu misteri.. hehee. . . Untuk setelan harian pleci disini yang dibutuhkan hanya kesabaran dan ketelitan anda serta kasih sayang terhadap binatang. 
Saat fajar tiba , keluarkan burung pleci anda (diembunkan), kemudian digantung di halaman / teras, lebih bagus pengembunan di bawah pohon karena udara disekitar pohon lebih sejuk dipagi hari kadar O2-nya juga tinggi. Jika ada beberapa ekor burung pleci jauhkan pleci tersebut untuk saling saut-sautan, itu bertujuan agar burung pleci mengeluarkan suaranya yang lantang untuk memanggil koloninya.
Setelah matahari terbit kita lanjutkan perawatan pleci agar cepat lasrol seperti berikut ini..
    Rawatan Harian Pleci Agar Cepat Ngalas Ngerol Bongkar Isian
  • Letakkan secara berkoloni / berjejer jika mempunyai lebih dari 1 pleci
  • Keluarkan pakan pleci dan air minumnya
  • Mandikan dengan cara disemprot halus sampai basah kuyup itu bertujuan untuk menjinakkan pleci dan membuat burung tidak mandi di cepuk tempat minumnya
  • Berikan Voor secukupnya dan buah pisang sebagai makanan utamanya
  • Berikan EF (Exstra Fooding) berupa ulat hongkong untuk menghangatkan tubuhnya (jangan hanya membiasakan memberi Ulat hongkong yang putih saja, usahakan pleci juga doyan Ulat hongkong yang berwarna coklat juga)
  • Jemur sampai jam 10 saja itu sudah cukup
  • Gantang saling berjauhan untuk melatih burung berkicau lantang atau gantang saling berjejer untuk melatih burung berkicau dalam koloni
Cara diatas merupakan rawatan harian pleci agar cepat lasrol (ngalas ngerol) tentunya perawatan yang konsisten dengan kesabaran dan penuh rasa kasih sayang bukan tekanan. Sebab metode di atas tidak akan bisa memberikan hasil dalam waktu singkat. Hasil yang bagus perlu waktu. Namun perawatan rutin dan tepat kemungkinan besar akan membawa hasil yang sepadan dengan usaha Anda.
Baca selanjutnya- Rawatan Harian Pleci Cepat Lasrol (Ngalas Ngerol)

Cara Merawat Cucak Hijau Agar Cepat Gacor

Rawatan burung cucak ijo supaya cepat gacor dan ngentrok saat diadu menjadi daya tarik sendiri untuk merawat burung ini karena burung ini merupakan burung semi fighter yang artinya tidak sepenuhnya burung petarung seperti burung kacer ataupun cendet, karena cucak ijo merupakan semi fighter maka perlu setingan untuk meningkatkan birahi agar burung ini mau gacor ngentrok saat diadu.
Rawatan sederhana untuk burung cucak hijau yaitu dengan cara memberikan pakan buah seperti pisang, apel, pepaya dll serta Exstra fooding seperti jangkrik, ulat kandang dan hongkong, kroto untuk meningkatkan stamina dan mencukupi gizi burung agar burung tersebut cepat gacor, jangan lupa kebersihan kandang setiap hari harus dijaga. Biasanya para kicaumania tidak memberikan voor kepada cucak ijo karena sudah banyak kejadian voor membuat suara burung cucak ijo menjadi serak serta membuat bulu burung menjadi cepat kusam, jadi disarankan berikan buah-buahan saja dan juga EF yang cukup.

Untuk lebih rincinya kita jabarkan Rawatan Cucak Hijau Trotol Agar Cepat Gacor seperti dibawah ini..
Gaya tarung cucak hijau ngentrok
  • Pastikan burung cucak hijau anda berjenis kelamin jantan karena burung jantan lebih rajin berkicau dan mempunyai suara yang lebih bervariasi
  • Jika anda merawat cucak ijo dari bahan tangkapan hutan maka perlu proses penjinakan terlebih dahulu supaya burung tidak takut dengan manusia dan berani berkicau walaupun banyak orang disekitarnya.
  • Dimulai dari subuh keluarkan burung cucak hijau agar menghirup udara segar dipagi hari, biasanya para kicaumania menyebut ritual ini sebagai pengembunan.
  • Jika matahari sudah muncul mandikan burung cucak hijau, bisa dengan sprai atau dengan keramba mandi tergantung kebiasaan tetapi saya menyarankan latihlah untuk menggunakan keramba karena burung akan lebih bebas untuk mandi dan juga bisa menjadikan burung semakin jinak.
  • Saat burung mandi di keramba bersihkan kotoran burung pada sangkar untuk menghindari bakteri pengganggu ataupun kutu yang bisa berkembang biak pada kotoran burung.
  • Berikan buah pisang untuk makanan hariannya, bisa diseling dengan buah apel ataupun pepaya
  • Exstra fooding berupa jangkrik diberikan pagi dan sore hari sebanyak 3 ekor, tambahkan ulat kandang sejumput untuk tambahan pakan hewaninya agar burung menjadi lebih sehat dan gacor.
  • Selesai mandi dikeramba burung bisa dijemur maksimal sampai pukul 10 saja.
  • Angin-aningkan burung diteras sambil mendengarkan kicauan merdunya.
  • Burung bisa dikerodong jika ingin melakukan proses pemasteran.
  • Sore hari burung tidak usah dimandikan, cukup berikan jangkrik 3 ekor dan ulat kandang sejumput saja.
  •  Perawatan konsisten merupakan inti dari perawatan burung cucak hijau Bakalan ini karena tidak ada perawatan yang instan untuk merawat burung, jika ada pasti nanti ada efek sampingnya seperti macet bunyi sampai kematian burung.
Baca selanjutnya- Cara Merawat Cucak Hijau Agar Cepat Gacor

Cara Merawat Pleci Lolohan

Merawat pleci lolohan memang harus mempunyai banyak waktu luang karena kita harus memberi makanan dengan cara meloloh agar piyikan tersebut dapat hidup, meloloh anakan pleci paling tidak satu jam sekali agar tidak mati karena kelaparan. Pakan yang diberikan harus mempunyai gizi yang cukup untuk pertumbuhan anakan tersebut. Sebelum anda membeli piyikan pleci sebaiknya baca dulu tentang Cara Memilih Piyikan Pleci Jantan. Untuk merawat piyikan pleci biasanya saya memakai bubur sun + voor leopard untuk makanan pokoknya serta buah pisang dan perut jangkrik untuk tambahan gizi dan protein hewaninya, pleci lolohan sangat dianjurkan untuk dimaster suara burung lain karena suara masteran bisa ditangkap secara cepat pada burung muda, baca Cara Pemasteran Pleci Yang Benar.
Berikut secara rinci bagaimana saya merawat piyikan pleci sampai dewasa.

  • Pakan, berilah pakan yang sesuai dengan burung ini contohnya seperti pisang, voor, jangkrik ataupun kroto untuk mencukupi kebutuhan gizi burung.
  • Minum, walaupun pakan sudah diaduk dengan air tetapi sekali-kali burung juga perlu diberi minum dengan cara diteteskan pada paruh.
  • Berikan makanan satu jam sekali, jangan memberi makan terlalu kenyang karena bisa menyumbat alat pernafasan burung.
  • Jangan memberikan makanan yang terlalu keras dan besar, karena makanan keras susah untuk dicerna piyikan burung.
  • Jemur burung maksimal 30 menit pada pagi hari.
  • Bersihkan sangkar dari kotoran burung agar kuman pengganggu tidak dapat berkembang biak
  • Piyikan pleci dapat diberikan full masteran agar mempunyai isian yang baik.
Cukup sederhana kan untuk merawat anakan pleci, jika burung sudah dewasa berikan rawatan pleci lomba agar burung dapat menjadi juara saat digantangkan.
Baca selanjutnya- Cara Merawat Pleci Lolohan

Cara Merawat Burung Pleci/Kacamata Tergolong Murah

Pleci atau kacamata alias siki nangka, mata puteh (white eye), zoosteropidae. Merupakan burung kecil yang kini popularitasnya sangat tinggi. Burung berkarakter petarung ini termasuk salah satu dari 7 burung terpopuler tahun 2016. Penyebaran burun gpleci di Indonesia sangat lah luas, hal itu menyebabkan harga disetiap daerah berbeda-beda.
Burung pleci memiliki beberapa jenis dan semua jenis tersebut memiliki penggemarnya masing-masing yang bersaing sehat di arena lomba. Burung pleci kerap dijuluki burung sejuta misteri oleh plecimania. Julukan itu dikarenakan burung pleci memiliki banyak keunikan yang sulit ditebak dan disinilah nilai seni memelihara dan merawat burung pleci sampai gacor, ngalas bukpar dan bahkan menjadi juara.

Cara mudah:

Jika hanya merawat burung pleci untuk rumahan, atau sebagian sobat yang memelihara burung pleci asal punya, memang bisa dikatakan mudah. Untuk perawatan hariannya asla tersedia cukup makanan dan minumnya saja. Dengan diberi cepuk besar, pemilik tidak usah repot-repot untuk memandikannya. Namun bukti dari perawatan seperti itu hasilnya sangat jauh berbeda dengan pleman yang merawat plecinya dengan sungguh-sungguh, konsisten dan dengan modal yang tidak sedikit.
Kunci utamanya bukan soal seberapa besar modal atau biaya yang dikorbankan untuk merawatnya, namun konsistensi dan pemahaman karakter burung pleci masing-masing. Memahami karakter burung pleci tidak bisa dengan sekejap mata, masih butuh pengorbanan waktu untuk melakukannya. Merawat pleci dengan penuh rasa sayang seiring dengan hobi merawat burung kicau tentunya akan mendukung pleman menghasilkan pleci yang istimewa.

Cara Istimewa (susah) :

Pleci istimewa disini tidak saya maksudkan sebagai burung pleci yang selelu juara. Burung yang bisa membuat ajikannya bangga, minimal senyum-senyum sendiri atau merasa kagum terhadap rawatannya. Ketekunan, ketelatenan,pemberian pakan yang baik, pola mandi dan jemur yang konsisten dari mulai pengenbunan sampai ada ritual mandi malam dan pemasteran.

Semua tergantung kepada keinginan pemilik pleci masing-masing, jika ingin burungnya istimewa, ya perawatannya pun harus istimewa. Istimewa disini bisa diartikan spesial, artinya diberi perhatian yang lebih. Kalau sudah urusan hobi, modal atau untung rugi tidak dihiraukan lagi, yang penting burungnya menjadi istimewa seperti yang diharapkan. Namun yang paling berpengaruh adalah karakter atau bakat yang dimiliki burung pleci yang dipeliharanya itu sendiri. Seorang sobat plecimania mengatakan, bahwa dalam merawat burung kicau adalah 70% bakat burung, 30% perawatan yang konsisten.
Kesimpulan dari postingan kali  ini adalah merawat  burung pleci istimewa itu tidak mudah dan tidak murah. Perlu banyak waktu dan materi yang dikorbankan serta perlakuan yang istimewa pula terhadap burung kesayangan.
Dalam merawat burung pleci bisa dikatakan gampang-gampang susah, gampang jika hanya sekedar burung hidup sehat dan rajin berkicau saja. Namun susah untuk mengahsilkan burung yang istimewa.
Baca selanjutnya- Cara Merawat Burung Pleci/Kacamata Tergolong Murah

Cara Merawat Anis Merah Pasca Mabung

Mabung (moulting) adalah proses pergantian bulu yang dialami oleh burung. Dimana bulu burung yang lama akan terlepas dan digantikan dengan tumbuhnya bulu-bulu baru. Pada dasarnya, mabung merupakan siklus alami burung. Namun tidak diketahui pasti waktu akan datangnya tersebut, di alam liar burung mabung biasanya berbarengan, makanya ada istilah musim mabung. Pada burung yang dipelihara didalam sangkar, mabung dipengaruhi faktor perawatan dan pakan sehingga jarang terjadi mabung secara bersamaan pada satu jenis burung tertentu.






Pada postingan kali ini, kita akan membahas tentang perawatan anis merah pasca mabung. Dimana yang kita tahu, merawat anis merah saat mabung bisa dibilang rumit dan menuntut kesabaran ekstra. Kebanyakan sobat kicau yang merawat burung anis merah, stres melebihi tingkat kestresan burungnya sendiri. Hehe…. Maaf sobat, stres disini saya maksudkan jengkel dan tidak sabar lagi untuk melanjutkan merawatnya. Kenapa demikian….?
Kebanyakan burung kicau akan macet bunyi pada saat mabung, keadaan tersebut sering dialami burung anis merah salah satunya bahkan setelah mabung pun burung masih macet bunyi dan itu lah yang terkadang membuat pemiliknya malah lebih stres ketimbang burung AM nya. Anis merah memang rentan sekali mengalami stres, misalnya ketika baru dipinang sehingga dia pindah lokasi, tempat, suhu, sangkar dan keadaan sekitar. Burung yang semulanya gacor bahkan teler bisa saja menjadi macet bunyi karena stres. Bisa juga karena perjalanan jauh, saat dijalan terguncang-guncang dan situasi jalan yang sangat ramai. Mabung juga bisa menyebabkan burung anis merah ini stres sehingga seusai kelar mabung, burung menjadi macet bunyi.
Faktor utama dalam kesuksesan merawat anis merah pasca mabung adalah perawatan, pakan dan kesabaran. Beberapa sobat paburung justru menyukai moment-moment seperti ini. Dimana waktu burung nya macet bunyi, mereka bisa memanfaatkannya untuk memaster full, karena mereka sudah beberapa kali mengalami situasi seperti ini, dan akhirnya AM mereka gacor dan teler kembali berkat kesabarannya.


Perawatan anis merah saat mabung:

1. Pakan – Pada saat mabung, 25% protein dalam tubuh diserapnya untuk melepaskan bulu dan slongsong bulunya. Maka dari itu kita harus menambahkan seperempat persen protein untuk memenuhinya.
Keratin merupakan protein yang berperan penting dalam pembentukan bulu dan selongsong baru. Perlu diketahui, protein untuk bulu dan selongsog tidak sama dengan protein untuk tubuh maupun telur burung.
Asam amino merupakan pakan yang dibutuhkan untuk tubuh burung dan juga pertumbuhan burung, dimana sebagian asam amino tersebut akan diserap dan disimpan sebagai protein keratin yang berperan dalam pembentukan bulu dan selongsong baru sebagaimana yang tadi sudah dijelaskan. Pakan yang harus ditingkatkan sebagai sumber protein atau asam amino adalah jangkrik, cacaing dan juga kroto.
Beri pula multi vitamin dan buah-buahan sumber mineral dan nutrisi bervitamin agar burung lebih memeiliki daya untuk melepaskan bulu dan membentuk bulu baru sehingga tumbuhnya bulu lancar.
2. Mandi – Pada saat mabung, burung jangan terlalu sering dimandikan. bahkan sebagian besar dari sobat paburung memandikan anis merah yang sedang mabung sekali saja dalam seminggu. Jika burung AM yang sedang mabung terlalu sering dimandikan, pelepasan bulu akan sedikit terhambat.
3. Penjemuran – Burung anis merah bukan lah burung yang kuat dan senang disimpan dibawah terik matahari. Apalagi pada saat keadaan mabung, burung malah akan merasa tersiksa . Jika hanya sekedar diangin-anginkan ya boleh-boleh saja, asal jangan dijemur dibawah terik matahari.
4. Full kerodong – Agar burung lebih konsentrasi pada prosesnya, sebaiknya burung dikerodong dan disimpan ditempat yang aga sunyi atau terhindar dari lalu lalang manusia dan juga aman dari hewan pengganggu seperti kucing dan tikus.






5. Sabar – sampai mabung tuntas dan bulu baru tumbuh sempurna sampai selesai. Karena burung anis merah jarang sekali yang mau bunyi pasca mabung jika bulunya belum benar-benar tumbuh semua.

Perawatan anis merah pasca mabung:

1. Usahakan kondisi burung sehat dan tidak stres – Burung yang sehat tentunya akan terlihat lincah, sekalipun dia tidak berkicau. Anis merah yang macet bunyi pasca mabung itu bisa dikatakan biasa atau umum. Karena memang kebanyakan burung AM tidak langsung mau bernyanyi setelah usai mabung. Bisa karena bulu belum tumbuh sempurna, atau karena burung tersebut stres, bisa juga karena kurang perawatan saat mabungnya.
2. Pengembunan – Burung anis merah menyukai suhu yang aga dingin. Pengembunan juga dipercaya dapat merangsang burung agar mau bunyi guna menyeimbangkan suhu tubuhnya. Udara pagi juga sangat bersih, sangat baik untuk kesehatan burung ditambah lagi dengan suara-suara alam yang masih terdengar seperti suara jangkrik dsb.

3. Beri suara terapi untuk anis merah macet bunyi – Suara-suara terapi untk anis merah yang macet bunyi pasca mabung bisa sobat download misalnya di youtube. Suara terapi juga sekaligus smart mastering akan membantu burung anis merah tenang apabila burung tersebut stres. Suara terapi juga bisa merangsang burung anis merah untuk berkicau menirukan suara yang didengar bersama suara terapi. Misalnya suara terapi anis merah dengan brainwave atau suara air mengalir.
4. Terapi mandi – Burung anis merah merupakan salah satu burung yang menikmati momen saat mandi. Dia senang lama-lama berada didalam bak keramba mandi. Terapi air mengalir bisa sobat lakukan guna memanjakannya agar merasa senang, dengan cara membuat kucuran air dalam wadah ataupun plastik yang disimpan diatas bak keramba untuk mandi burung tersebut.
5. Pakan yang mencukupi kebutuhan tubuh burung – Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, anis merah yang sedang mabung membutuhkan energi yang banyak untuk menambah daya nya. 25 % protein bernama kerati dibutuhkan dalam pelepasan bulu dan membentuk bulu baru. Pakan bernutrisi, penuh gizi dan kaya akan protein sangat dibutuhkan burung. Baik itu dari daging hewan (serangga) yang mengandung asam amino, maupun dari buah-buahan yang mengandung banyak vitamin mineral juga nutrisi penting yang terkandung pada pakan voer yang biasa diberikan.
6. Extra fooding (EF) – Extra fooding yang sangat disukai burung anis merah yaitu cacing, makanya sebagian sobat kicau menyebutnya anis cacing. AM juga menyukai jangkrik dan kroto yang diberikan secara berselingan. Adapun buah yang biasa diberikan diantaranya pepaya, pisang dan juga apel yang mengandung banyak vitamin.

7. Multivitamin – Berikan pula multivitamin yang bisa sobat beli di kios-kios burung langganan masing-masing. Multivitamin tersebut biasanya diberikan bersama air minumnya. Multi vitamin bisa diberikan setiap hari atau selang satu hari. Namun perhatikan pula dosisnya, jika kebanyakan akan tidak baik pula untuk burung yang meminumnya. Atau burung enggan untuk minum.
8. Perhatikan kebersihan sangkar – Kebersihan sangkar tetap harus diperhatikan. Bersihkan sangkar setiap burung dimandikan dan sore hari sebelum burung dimasukan kedalam rumah. Agar burung merasa lebih nyaman, terhindar dari penyakit yang bersumber dari kotoran burung tersebut.
9. Penjemuran – Burung anis merupakan burung yang tidak terlalu menyukai terik matahari. Apalagi burung yang sedang mabung atau baru usai mabung. Penjemuran setelah mandi maksimal 30 menit saja, setelah itu burung bisa diteduhkan baik di teras, maupun di bawah pohon yang rimbun.
10. Beri suara masteran – Pada saat mabung merupakan salah satu dari 3 waktu terbaik untuk memaster burung. Burung yang kebanyakan dalam keadaan diam dan mendengarkan akan lebih peka terhadap suara-suara baru yang dimasterkan. Pilih suara masteran yang setipe dengan burung anis merah anda, paling tidak ya mendekati tipe burung tersebut saat berkicau.
Memaster burung juga bisa dilakukan semalaman, dengan suara yang pelan dan burung dalam keadaan dikerodong. Suara masteran akan menemani waktu istirahat malamnya sampai pagi burung kembali siap diembunkan.
11. Terapi keramaian – Maksud dari terapi keramaian yaitu menyudahi proses menyepikan burung seperti yang dilakukan saat mabung. Biarkan burung perlahan adaptasi kembali dengan keadaan lingkungan sekitar yang ramai lalu lalang manusia.
12. Terapi mandi malam – Mandi malam sebaiknya tidak dilakukan dulu selama burung belum mau berkicau lagi. Sebagai mana yang kita tahu bahwa Manfaat terapi mandi malam salah satunya adalah untuk menyetabilkan birahi burung, agar burung tidak over birahi. Mandi malam biasanya dilakukan sebagai perawatan menjelang lomba, bisa juga sebagai perawatan harian. Namun tetap perhatikan kondisi kesehatan burung sebelum melakukannya.

13. Jika burung AM nya Cetrekan – Jika sebelum mabungnya burung anis merah anda sudah teler dan bisa dicetrek dengan tangan, pada saat dia macet bunyi anda bisa melatihnya kembali sesekali. Dengan maksud burung tidak lupa dengan kebiasaan dicetrek, atau membiasakan kembali seperti yang anda lakukan sebelum burung tersebut mabung.
Kunci utama dalam merawat burung anis merah pasca mabung adalah konsistensi dan kesabaran tingkat tinggi. Dengan perawatan yang sudah anda lakukan dengan benar, burung jagoan anda akan kembali gacor dan teler kembali seperti sebelum burung tersebut mabung.
Sebagai catatan, setingan atau pola rawatan setiap orang kemungkinan berbeda-beda. Para master burung kicau tentunya memiliki cara dan setingan masing-masing dalam merawatnya, racikan pakan dan sebagainya. Jika sobat sudah memiliki setingan sendiri dan sudah terbukti bagus hasilnya, pertahankan setingan tersebut dalam perawatan selanjutnya.
Terimakasih sudah menyimak, semoga burung anis merah yang macetnya cepat pulih dan gacor serta teler seteler-telernya. hehehe…..



Baca selanjutnya- Cara Merawat Anis Merah Pasca Mabung

Cara Buat Ciblek Gacor Ngebren Rapat Ngunci

Ciblek merupakan burung petarung yang sangat digemari saat ini. Burung kecil ini mempunyai pesona tersendiri dengan tubuhnya yang tergolong mungil namun memiliki suara dengan volume tinggi. Tak heran jika burung ciblek ini sudah berkicau dengan lantangnya, telinga kita seakan disayat karena tajamnya. Suara has dari burung ciblek sangat menonjol dan berbeda dengan burung lain. Sehingga burung ciblek ini sering dijadikan burung masteran untuk memaster burung kicau lainnya. Suara has itu disebut ngebren, tonjolan bren rapat yang diakhiri dengan nada ngebass sangat memikat penghobi burung kicau. Sebagian besar sobat Paburung mungkin sudah lama memelihara burung ciblek ini, bahkan mungkin sudah menjadikan burung ciblek ini sebagai jagoan untuk dilombakan. Karena di tahun ini, burung ciblek merupakan salah satu burung terpopuler 2016 dengan tipe petarung, sejajar dengan Burung murai batu, kacer, anis merah, pleci, cendet dan cucak ijo.
Tingkat kesuksesan memelihara burung ini adalah saat kita membawa nya ke ajang pentas lomba burung kicau. Sejauh mana burung ciblek anda bekerja, sekeras apa volume suaranya, seberapa lama durasi dia berkicau, senagen apa dia saat digantang, serapet apa ngebrennya, sekaya apa variasi lagunya dan masih banyak lagi hal – hal yang bisa kita jadikan tolak ukur kesuksesan kita dalam merawatnya. Jadikan hasil perlombakan untuk bahan analisa agar kita mendapatkan setingan yang pas untuk burung kesayangan kita ini.
Memiliki burung ciblek yang gacor, ngebren rapat dan ngunci adalah harapan dan impian setiap penghobi burung kicau. Apalagi kalau sampai burung rawatannya masuk menjadi juara di ajang perlombaan. Seiring minat hobi kicau semakin meningkat dari tahun ke tahunnya, saat ini semakin banyak diadakan even lomban burung kicau untuk kelas burung ciblek.
Burung yang sudah sering mengikuti ajang kontes, bukan lah seperti burung rumahan lagi. Perawatannya pun ada sedikit perbedaan dari burung – burung lainnya. Karena menurut kepercayaan banyak orang, kesuksesan merawat burung kicau berasal dari burung itu sendiri, yaitu 70%, sedangkan 30 % nya dari orang yang merawatnya sampai menjadi juara.
Burung ciblek ini merupakan burung yang gampang – gampang susah untuk dirawat sampai menjadi gacor. Hal ini dikarenakan keunikan dari burung ciblek ini. Selain mempunyai karakter burung petarung yang pemberani, ternyata burung ciblek ini juga termasuk burung aduan yang mudah stress. Burung ciblek muda yang kalah beradu dengan burung sejenis yang lebih tua dan lebih mapan usia nya beresiko mengalami stress, bahkan pada tingkat yang paling parah, burung ciblek yang kalah bertarung bisa mati karena stress. Mkan jangan lah terburu – buru membawa burung ciblek ke arena lomba. Pilihlah burung yang usia nya matang dan syarat jam terbang.
Pada saat berbunyi, ekor burung ciblek akan dibentik -dibentikan. Gaya nya yang ngotot menandakan bahwa dia burung petarung yang hebat. Suara bren nya yang rapat itu adalah modal utama yang dimiliki burung ciblek. Burung ciblek yang dipelihara dari anak atau lolohan, bisa menjadi jinak jika dipelihara secara telaten dan penuh kesabaran. Makanya ada istilah burung ciblek yang dicetrekan pake tangan kemudian burung sudah mengerti tugasnya yaitu dengan berkicau semaksimal mungkin. namun tak jarang burung ciblek yang dirawat sejak muda hutan dapat dijinakan pula.
Bagaimana cara merawat burung ciblek agar moncer dengan bren rapatnya di lapangan..? – Kali ini Paburung akan mencoba memaparkannya.


1. Pemilihan ciblek bakalan yang prosfek – Semua burung kicau yang sukses menjadi juara berawal dari pemilihan burung bakalan yang bagus, sehat dari segi fisiknya dan prosfek mental gantang untuk kedepannya.
2. Pemberian pakan – Voer yang biasa digunakan untuk burung ciblek adalah voer halus, sekarang ini sudah banyak mereknya dan semakin mudah untuk di dapatkan.
3. Pemberian Extra fooding – Setiap burung kicau tipe petarung biasanya diberikan EF hewani berupa jangkrik, kroto, UH dan cangkilung.


4. Mandikan – Seperti pada perawatan burung pada umumnya, burung ciblek harus dimandikan secara rutin setiap hari, misalnya pagi dan sore hari dengan cara disemprot dengan spray gun dan sejenisnya.
5. Penjemuran – Penjemuran dilakukan setelah burung ciblek dimandikan, penjemuran dilakukan kurang lebih selam 3-4 jam setiap harinya.
6. Kebersihan sangkar – Kebersihan sangkar burung hendaknya selalu dijaga, karena kebersian sangkar erat kaitannya dengan kesehatan burung dan juga pemiliknya. Sangkar yang bersih akan membuat burung nyaman dan rajin berkicau.
7. Pemasteran – Pemasteran dilakukan setelah burung dijemur, pemasteran dilakukan dengan burung keadaan di kerodong.  Kasih suara masteran untuk ciblek misalnya dengan mp3 yang di putar 1 berulang kali.
8. Umbaran – Umbaran adalah sangkar besar untuk burung melakukan olah raga. Tujuannya adalah agar burung lebih sehat, enerjik dan stamina nya semakin kuat, napas pun akan semakin panjang.
9. Latihan – Undang teman atau tetangga anda untuk melakukan pelatihan bersama – sama. Hal yang harus diingat adalah apabila jangan terlalu mendekatkan burung yang masih muda dengan burung yang sudah mapan usia.
 10. Test lapangan – Jika latihan di rumah sudah serin anda lakukan, sekali – kali ajak jalan – jalan burung ciblek anda k arena lomba, 1-3 kali tidak usah digantang, biarkan dian beradaptasi dilapangan, sehingga apabila sudah sering, dia akan memperlihatkan jiwa fighternya. dan siap untuk ditueunkan di ajang lomba tersebut.
11. Sabar dan tetap semangat – Merawat burung kicau tentunya diawali denga rasa hobi, lakukan perawatan dengan tekun dan telaten. rawat lah burung dengan penuh kasih sayang.
Masalah macet bunyi pada burung ciblek – adalah sama dengan burung kicau lain, yaiu masalah birahi. Tak bosan – bosan Paburung bicara tentang istilah over birahi. Sikap burung ciblek yang over birahi ditunjukan oleh sikap nya yang terkadang membuat jengkel pemiliknya. Ada yang ngejeruji, koprol, salto dan terkadang mencabuti bulunya sendiri. Perawatannya adalah dengan mengurangi pemberian pakan EF, beri untulan burung cewean dan terapi mandi malam bahkan sebagian besar ciblek mania melakukan terapi mandi es dengan maksud meredam birahi burung ciblek yang berlebihan.
Sampai disini dulu Paburung memaparkan tentang burung ciblek ini.
Salam ngebren dari Paburung dan semoga setingan anda tepat di lapagan. sukses selalu cibkek mania Indonesia.
Baca selanjutnya- Cara Buat Ciblek Gacor Ngebren Rapat Ngunci

Cara merawat Kacer Mabung

Sobat kicau pacinta burung kacer hususnya, sebagai kacer mania tentunya anda sudah tahu bagaimana cara merawat kacer yang sedang mabung. Mabung sendiri adalah siklus normal yang dialami oleh setiap burung. Untuk kacer mania yang mungkin tergolong newbie atau pemula mungkin sedikit bingung dengan cara merawat kacer yang sedang mabung. Karena memang perawatannya bisa dibilang susah-susah gampang. Terkadang burung kacer yang pada saat sebelum mabung sangat istimewa, bisa menjadi biasa saja setelah mabung, bahkan ada yang macet bunyi. Tentunya itu sangat dipengaruhi oleh perawatan yang kurang tepat pada saat mabungnya. Terkadang juga ada burung kacer yang sebelum mabung biasa saja dan menjadi sangat istimewa setelah melewati masa mabung, hal itu dikarenakan perawatan nya saat menjalani masa mabungnya. Terkadang kacer mbagong bisa menjadi mental baja seteah mabung.


Pada postingan kali ini saya mengambil judul perawatan kacer yang sesungguhnya adalah saat mabung. Karena memang perawatan pada saat mabung tidak semudah perawatan biasa seperti sehari-harinya. Perawatan kacer saat mabung sangat menentukan bagaimana kualitas burung kacer tersebut setelah selesai mabung. Apakah burung menjadi semakin gacor dan sifat fighternya semakin naik..? Atau mungkin malah sebaliknya. Agar hasil yang diinginkan sesuai dengan harapan, ada baiknya anda soba kicau mania malanjutkan membaca.
Mabung atau berganti bulu, yaitu proses yang dialami semua burung dengan melepaskan bulu lama atau bulu tua dan tumbuh bulu muda yang baru. Proses mabung sering kali dinanti-nanti oleh sebagian orang yang sudah mengetahui cara perawatannya, karena pada saat itu, perawatan yang diberikan mampu meningkatkan kualitas burung kacer jagoannya. Tapi tak jarang juga yang tidak mengaharapkan burung kacer jagoannya mabung, karena merasa jagoannya sudah maksimal dan takut ada perubahan yang kurang baik terhadap kualitas burung pasca mabung.

Ciri-ciri burung kacer yang mulai memasuki mabung:

 

1. Burung terlihat tidak bergairah, tidak ada semangat untuk bergerak atau pun berkicau gacor, pada beberapa burung terkadang sehari sebelumnya burung ngotot berkicau.
2. Terkadang burung terlihat gelisah, seperti mengalami ketakutan saat didekati.
3. Bulu terlihat kusam , tidak tampak mengkilap dan sering kali terlihat tidak rapi, aut-autan seperti rambut orang ketika bangun tidur.
4. Bulu-bulu kecil berjatuhan, 1-4 helai dan akan terus bertambah setiap harinya.
5. Bulu sayap dan ekor terlihat pecah-pecah.
Jika ciri-ciri tersebut dialami oleh burung jagoan anda, tidak usah panik. Anda sebagai pemilik hendaknya langsung melakukan perawatan untuk burung kacer tersebut. Karena perawatan anda sangat menentukan kualitas burung pasca mabung. Tips dari saya mungkin sedikit berbeda dari yang lainnya, karena pada dasarnya setiap orang memiliki cara atau setingannya masing-masing.

Perawatan kacer saat mabung (rontok bulu tua):

 

1. Ambrolkan semua bulunya – Masa mabung hendaknya dialami oleh burung sampai tuntas dan bulu tuanya semua ambrol, karena jika tidak ambrol semua biasanya hasil pasca mabung tidak akan maksimal. Hal yang paling tidak diharapkan dari mabung yang tidak tuntas yaitu bulu nyulam.
  • Extra Fooding diperbanyak selama seminggu full – Extra fooding (EF) bersifat panas yang akan membantu mempercepat perontokan bulu.
  • Full kerodong – Full kerodong tidak hanya saat akan tumbuh bulu, tapi dimulai sejak proses merontokan bulu. Dimaksudkan agar burung merasa tidak terganggu dan konsentrasi pada masa mabungnya.
  • Karantina – Asingkan burung yang sedang mabung ke tempat yang lebih sepi, usahakan tidak mendengar suara burung fighter yang keras yang biasanya bisa memancing burung tersebut berkicau.
  • Bersihkan sangkar -Walaupun dalam masa perawatan husus dan terkesan jangan diganggu, kebersihan sangkar tetap harus diperhatikan. Karena kotoran burung berbahaya untuk kesehatan manusia.
  • Jangan dijemur – Penjemuran terkesan menyiksa burung yang sedang mabung. Namun sebaiknya tetap perlihatkan sinar matahari maksimal 10 menit saja kemudian burung diasingkan kembali ke tempat yang lebih sunyi.
  • Jangan dimandikan – Pemandian tidak dilakukan selama proses mabung. Walaupun merasa kasihan, namun pemandian bisa memperlambat bulu burung rontok.

    2. Hentikan pemberian extra fooding – Setelah seminggu atau sampai bulu rontok semua, pemberian EF dihentikan karena burung akan memasuki proses pergantian bulu atau tumbuh bulu-bulu muda. Karena pemberian EF akan bereaksi menaikan birahi burung kacer jagoan anda hingga menyebabkan burung terpancing untuk berkicau dan konsentrasi pada pertumbuhan bulunya terganggu.
  • Full kerodong – Full kerodong dilakukan agar burung merasa tidak terganggu saat proses pertumbuhan bulu mudanya.
  • Karantina – Asingkan burung yang sedang mabung ke tempat yang lebih sepi, usahakan tidak mendengar suara burung fighter yang keras yang biasanya bisa memancing burung tersebut berkicau.
  • Bersihkan sangkar -Walaupun dalam masa perawatan husus dan terkesan jangan diganggu, kebersihan sangkar tetap harus diperhatikan. Bisa dilakukan 2 atau 3 hari sekali tergantung banyaknya kotoran burung.
  • Jangan dimandikan – Burung kacer yang sedang mengalami proses tumbuh bulu jangan dulu dimandikan, karena dihawatirkan bulu-bulunya belum rontok semuanya.
  • Jangan dijemur – Dalam proses tumbuh bulu muda, burung kacer tidak atau jangan dulu dijemur.
3. Beri pakan terbaik – Burung yang sedang dalam keadaan mabung membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang tinggi. Berikan voer yang berkualitas, bukan berarti voer yang harganya mahal.
4. Beri multivitamin – Vitamin yang sudah banyak beredar atau kios-kios burung hendaknya diberikan 3 tetes yang dicampurkan pada cepuk minum setiap hari.
5. Beri suara masteran – Pemasteran dilakukan pada kacer yang sedang mengalami proses mabung cepat diingat oleh burung tersebut. Karena pada saat itu, burung cenderung lebih pasif, yang lebih banyak mendengarkan dari pada berkicau.
Saat mabung lah yang dimanfaatkan master-master kacer dalam hal menaikan atau memaksimalkan burung jagoannya. Karena pada saat mabung termasuk kedalam 3 waktu terbaik untuk memaster burung kicau.
1. Beri suara masteran – Pemasteran dilakukan pada kacer yang sedang mengalami proses mabung cepat diingat oleh burung tersebut. Karena pada saat itu, burung cenderung lebih pasif, yang lebih banyak mendengarkan dari pada berkicau. Pemasteran tetap dilakukan sampai bulu selesai semuanya tumbuh denagn sempurna.
2. Pemandian – Mandikan burung dengan shampo husus burung kalau bisa, agar bulu jagung seperti ketombe pada kacer anda cepat hilang. Setelah dimandikan, burung tidak dijemur, namun dianginkan_aginkan sambil dijemur, kira-kira setena jam watunya.
3. berikan Extra fooding – sesuai dengan pola rawatan atau setingan harian seperti sebelum mengalami mabung. Biasanya EF jangkrik sebanyak 6 ekor. Tambahkan minyak ikan dengan cara disuntikan kedalam perut jangkrik, sehari sebutir saja dan dilakukan setiap hari sampai bulu muda selesai. Karena minyak ikan memiliki banyak manfaat untuk burung kicau, salah satunya adalah membuat bulu burung mengkilap.
4. Kembali dikerodong – Setelah dimandikan dan diangin-anginkan, burung dikerodong kembali dan simpan atau gantungkan ditempat yang teduh. Bisa juga di tempat pengasingan saat mabung.
5. Penjemuran – Penjemuran tidak dilakukan pada hari tersebut, namun pada keesokan harinya yang dimulai dengan waktu agak lama. 3-4 jam burung dijemur dengan maksud birahinya mulai naik. Akan trerlihat jelas perkembangan burung pasca mabung, dengan isian yang lebih bervariatif sesuai dengan suara masteran yang diharapkan.
6. Kembali ke setingan sehari-hari – Lakukan yang biasanya anda lakukan sebelum kacer tersebut mabung. Pemberian EF bisa disesuaikan dengan kebiasaan setingan masing-masing. Penjemuran 1-2 jam saja, dikerodong hanya pada malam hari.
Tak ada yang tahu pasti berapa lama kacer mengalami masa mabung sampai akhirnya bulu mudanya rapi kembali dan dia gacor lagiseperti awal bahkan lebih ngotot dan kicauannya lebih bervariasi.
Baca selanjutnya- Cara merawat Kacer Mabung

Selasa, 03 Januari 2017

Cara merawat burung saat Musim Hujan

Untuk merawat burung kicau peliharaan kita ketika musim hujan tiba memang kita sebagai pemilik burung kicauan diperlukan usaha yang bisa terbilang menguras tenaga namun terlepas hal tersebut ini juga akan memberikan dampak baik bagi burung,dengan adanya pergantian musim panas ke musim penghujan maka tentunya akan berdampak buruk bagi burung kicauan,dampak buruknya adalah burung akan macet bunyi dan parahnya adalah burung akan mudah terserang penyakit,sebagai pemilik burung dirumah tentunya kita harus selalu merawat burung tersebut dan pola cara merawat burung ketika di musim hujan ini berlaku untuk semua jenis burung kicauan.


Ada berbagai manfaat apabila burung kicau kita mandikan dengan air hujan salah satunya adalah burung akan lincah,sehat dan penghilang stres bagi burung namun ada baiknya bila kita memandikan burung dengan air hujan maka jangan terlalu sering mungkin,untuk memandikan burung dengan air hujan sebaiknya di lakukan pada pagi hari saja setiap 1 minggu sekali.
Ada baiknya kita memandikan burung ketika hujan belum deras untuk itu kita bisa meletakkan sangkar burung diluar ruangan agar burung secara langsung mendapatkan air hujan secara langsung,dan perlu di perhatikan bila burung akan kita mandikan yaitu jangan terlalu lama burung kita mandikan kita hanya perlu memandikanya selama 20 menit saja sudah cukup.

Setelah burung kita mandikan maka selanjutnya adalah burung kita lap atau kita bersihkan dengan kanebo atau lab dengan kain kering ini di lakukan agar bulu burung cepat kering,tujuan membersihkan air pada bulu burung memang perlu kita lakukan ,maksudnya adalah bahwa apabila musim hujan tiba maka tentu saja sinar matahari akan berkurang dan burung tidak bisa kita keringkan dengan hangatnya sinar matahari maka dengan menggunakan kain kering inilah bertujuan untuk mengeringkan bulunya.

Berikut cara merawat burung kicau di saat musim hujan tiba

  1. Untuk merawat burung tersebut kita bagi menjadi 3 bagian yang pertama adalah kebersihan sangkar,kesehatan burung dan makanan burung
  2. Apabila musim hujam maka sangkar burung akan rentan terhadap kerusakan sangkar yang di akibatkan oleh jamur yang menempel di kayu, sebaiknya bila di musim hujan selalu perhatikan sangkar harus benar benar kering,sebaiknya bersihkan sangkar yang terlihat basah dengan menggunakan kain kering,dan juga kotoran burung yang terletak pada bagian sangkar harus kita bersihkan sampai bersih.
  3. Kesehatan burung, untuk merawat burung saat musim hujan sebaiknya sangkar burung kita kerodong, untuk mengkerodong burung sebaiknya pada saat hujan deras,pemberian kerodong dimaksudkan agar badan burung tidak kedinginan dan akan mencegah burung terkena penyakit
  4. Untuk makanan burung sebaiknya kita berikan berupa pakan kering bisa berupa voer,dan untuk minuman juga bisa kita berikan minuman rajikan ,minuman racikan ini bisa membuat badan burung hangat.
Baca selanjutnya- Cara merawat burung saat Musim Hujan

Cara Merawat Burung Hasil Tangkapan

Pada dasarnya bila kita memiliki burung yang sudah pandai berkicau maka pada umumnya burung tersebut sudah jinak dan sehat kita bisa melihat tanda tanda burung yang sudah jinak diantaranya pada saat kita pegang maka burung terlihat diam dan bila kita menempatkan sangkar burung di tempat keramaian kemudian burung tidak kelabakan maka sudah bisa kita pastikan burung peliharaan kita sudah jinak.akan tetapi bila burung tersebut akan kita pegang saja sudah kelabakan menabrak nabrakan badan kesangkar maka di pastikan burung tersebut masih gesit dan harus kita jinakkan terlebih dahulu.


Apabila burung terus menerus gesit maka akan menyebabkan burung menjadi stres dan ahkirnya burung hanya terdiam tidak mau ngoceh gacor tips menjinakkan burung di bawah ini akan saya bagikan kepada sahabat burungperkicau.com yang baru pertama kali memelihara burung entah itu burung yang baru saja di beli dari pasar burung maupun mendapatkan burung yang masih liar hasil dari tangkapan di hutan

Berikut Cara menjinakkan burung yang masih liar hasil tangkapan di hutan seperti burung jalak, Kutilang, Nuri, parkit, kepodang dan juga burung kacer

  1. Untuk burung yang masih liar maka tempatkan burung ke dalam sangkar kemudian berikan penutup sangkar berupa kerodong yang terbuat dari kain yang tipis kemudian berikan makanan serta minuman letakkan ke dalam sangkar tersebut.
  2. Bila sangkar burung sudah kita kerodong maka langkah yang ke dua adalah menempatkan sangkar burung di tempat yang sepi kita bisa menaruh sangkar burung di teras rumah maupun di dalam rumah saja yang penting jauh dari kebisingan kebanyakan burung tidak menyukai suasana yang berisik.
  3. Untuk burung kenari sebaiknya kita buatkan sangkar yang tepat untuk burung nuri yaitu jenis sangkar yang terbuat dari ram raman besi atau kawat bendrat ini dilakukan agar burung tidak menggigiti sangkarnya
  4. Untuk burung nuri berikan makanan manis seperti pisang dan pepaya tetapi untuk burung pemakan serangga maka berikan jenis serangga kecil yaitu Kroto dan Jangkrik, untuk memberikan makanan yang harus kita lakukan adalah menyuapinya di sini berarti pakan burung kita letakkan di tangan kemudian kita berikan ke burung peliharaan kita dan sesekali kita pegang ini di lakukan agar burung terbiasa bau badan kita yang ahkirnya burung akan menurut dan cepat jinak.
  5. Rawatlah burung dengan cara memandikan burung setiap 2 hari sekali untuk memandikan burung supaya jinak maka kita bisa memandikanya pada pukul 8 malam.
  6. Masukkan kembali burung kedalam sangkarnya tetapi untuk malam hari kita lepaskan kerodongnya dan kita tutup lagi sangkarnya pada pagi hari sekitar jam 6.
Baca selanjutnya- Cara Merawat Burung Hasil Tangkapan

Senin, 02 Januari 2017

Cara merawat Burung Murai

Perawatan Murai Batu – Burung yang memiliki nama latin Copsychus malabaricus ini, saat ini keberadaannya memang sudah tidak asing lagi di kalangan kicau mania tanah air. Berbekal suara murai yang bervariasi, menjadikan modal utamanya sehingga banyak diminati. Terlebih lagi, kemampuannya dalam menirukan berbagai suara yang dihasilkan oleh pengicau jenis lain, membuatnya tak pernah luput dari sorotan para penghobi burung kicauan. Selain itu, perawakan dari burung yang berkerabat dekat dengan kacer ini juga tak jarang dibilang bahwa cukup tegas menjanjikan. Namun untuk memperoleh murai batu yang mumpuni, khususnya pada segi suara, tentu bukanlah perkara yang instan. Bisa dibilang begitu, sebab selain pada ketepatan pemberian pakan, setelan harian perawatan murai batu juga sangat menentukan prospek untuk kedepannya. Kalau kebutuhan berbagai macam nutrisi seperti protein dan vitamin yang ada pada makanan telah terpenuhi dengan baik, begitupun rawatan murai batu yang diberikan sudah sesuai dengan karakter burung, maka niscaya ia akan lekas rajin buka paruh dengan variasi suara yang lebih beragam. Mengingat pola perawatan murai batu bakalan / dewasa mana saja yang sangat menentukan potensi burung untuk kedepannya, sebenarnya tidaklah terlalu rumit untuk diterapkan. Sebab rawatan murai batu harian agar burung yang dikelompokkan pada keluarga atau suku Muscicapidae ini bisa cepat gacor, bisa dilakukan dengan cara mengatur setelan pakan yang berupa EF, rutin memaster menggunakan burung yang sudah gacor master, dan dengan perawatan yang mana diberikan seolah-olah hampir sama persisnya ketika ia sedang berada di alam bebas. Untuk lebih lengkapnya lagi mengenai perawatan murai batu biar gacor, sebagaimana berikut ini; Pakan Extra Fooding (EF) Segala Jenis EF (Ekstra Fooding) atau pakan tambahan memang bagus bagi tumbuh kembang burung, termasuk pada perkembangan kemampuan berkicau sekaligus segi kesehatannya. Adapun jenis EF yang banyak diberikan kepada murai batu antara lain jangkrik, kroto, orong-orong, belalang hijau, cacing tanah, ulat hongkong, ulat bambu / ulat bumbung, dan sebagainya. Namun perlu diketahui bahwa pemberian EF yang berlebihan justru dapat membuat burung jadi over birahi. Dan over birahi sendiri cenderung menyebabkan burung menjadi enggan untuk buka paruh. Oleh karena itu ada baiknya jika penyajian EF lebih diperhatikan. Untuk EF yang harus lebih diperhatikan karena sangat berisiko adalah ulat hongkong. Dimana kalau diberikan secara berlebihan dan tidak sesuai dengan karakter burung, maka dampak buruknya yaitu bisa menyebabkan burung menjadi mudah terkena penyakit katarak yang menyerang bagian mata. Selain ulat hongkong, jenis EF lain yang juga dapat mendatangkan dampak kurang bagus ialah kroto. Memberikan kroto dengan jumlah yang berlebihan dipercaya bisa meningkatkan suhu panas pada tubuh burung. Panas tubuh yang berlangsung secara berkepanjangan, banyak diyakini bisa membuat burung jadi rentan over birahi dan mabung tidak tepat pada waktunya. Mengingat pernyataan-pernyataan tersebut, supaya terjauh dari hal-hal yang tidak diinginkan maka sebaiknya ketahui kesesuaian karakter burung terhadap porsi EF yang dapat diberikan. Kalau misalnya EF yang berupa kroto sudah terlanjur diberikan secara berlebihan, dan menyebabkan burung jadi over birahi sehingga ia enggan untuk buka paruh, maka upaya pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi atau menghentikan pemberian EF tersebut sementara waktu. Disamping itu, over birahi masih bisa diturunkan dengan memberikan ulat bambu / ulat bumbung setiap harinya. Rutin memberikan ulat bambu dipercaya mampu menetralisir burung yang over birahi. Selain pakan, perawatan murai batu terbaik bisa menyandingkannya dengan burung master. Melatihnya Menggunakan Burung Master Selain dengan setelan pakan, melatih atau memaster menggunakan burung yang sudah gacor master juga merupakan cara perawatan murai batu rajin gacor, yang mana sangat menentukan potensi untuk kedepannya. Untuk bahan isian suara master tidak hanya bisa dengan memanfaatkan gacoran burung sejenis saja. Akan tetapi juga bisa mengandalkan suara burung jenis lain sesuai dengan variasi yang diinginkan. Apabila mengindamkan agar murai batu memiliki variasi rapat berdurasi panjang, maka ia bisa dimaster dengan menggunakan suara ciblek / prenjak, cililin, tengkek buto, dsb. Namun kalau ingin variasinya jadi ngerol panjang, suara kenari dan blackthroat adalah pilihan yang tepat. Perawatan Secara Alami Merawat murai batu biar gacor dengan cara alami atau seolah-olah hampir sama persisnya seperti dikala ia berada di alam bebas, bertujuan agar burung merasa lebih leluasa layaknya sedang berada di habitat asalnya. Dengan begitu otomatis burung pun akan merasa lebih nyaman dan tidak mudah stres, sehingga cukup memungkinkan kalau perkembangan pada segi kemampuan berkicaunya jadi tidak terhambat. Terlepas dari itu, perawatan murai batu cepat gacor secara alami bisa dilaksanakan dengan cara sering menggantangya di bawah pohon rindang. Pada saat berada di alam bebas, tempat yang paling digemari burung untuk bersinggah salah satunya adalah pepohonan yang rindang. Oleh karena itu, agar burung merasa seakan-akan berada di alam bebas maka tidak ada salahnya jika ia rutin digantang pada pohon rindang. Selain itu, ketika di habitat asalnya murai batu pada dasarnya mengkonsumsi pakan alami yang bisa disebut dengan EF. Dengan begitu pemberian EF sebaiknya lebih ditekankan dibanding voer, namun keduanya tetap diberikan secara bervariasi. Akan tetapi usahakan jangan terlalu berlebihan untuk jenis EF tertentu seperti ulat hongkong dan kroto, yang mana bisa memicu dampak kurang baik bagi tubuh burung. Khusus untuk murai batu jantan, karena di habitat asalnya ia selalu mencari pasangan lawan jenis, maka memelihara murai betina adalah cara yang tepat untuk memancing birahinya agar mau buka paruh.
Baca selanjutnya- Cara merawat Burung Murai

Cara merawat Burung Lovebird agar Ngekek Panjang

Perawatan Lovebird Biar Ngekek Panjang – Burung yang tergolong pada genus Agapornis ini memang memiliki tampilan fisik yang cukup menawan. Disamping keindahan yang terletak pada tubuhnya, burung berparuh bengkok ini ternyata juga menyimpan suara yang cukup menjanjikan. Ngekek berdurasi panjang adalah ciri khas dari suara lovebird. Mengingat tubuhnya yang indah sekaligus kemampuan berkicaunya yang cukup mumpuni, tak heran jika pengicau yang dikelompokkan pada keluarga atau suku Psittaculidae ini, hingga pada saat ini terus banyak dicari oleh para kicau mania dan juga kalangan pecinta jenis burung hias. Namun apabila merawat lovebird dengan tujuan untuk dijadikan burung kicauan, dalam upaya untuk memperolehnya tentu bukanlah perkara yang instan. Pasalnya selain dengan pemberian pakan-pakan terbaik yang mana mengandung nutrisi lengkap, pola perawatan lovebird harian biar ngekek panjang juga sangat berpengaruh besar untuk kedepannya. Kalau pakan sudah diberikan sesuai dengan kebutuhan burung, begitupun rawatan hariannya juga telah dilaksanakan dengan baik, benar, teratur, konsisten, dan sesuai dengan karakter daripada burung itu sendiri, maka pelaung tercapainya pengicau yang mampu gacor ngekek panjang akan semakin besar. Terlepas dari itu semua, cara perawatan lovebird ngekek panjang sendiri, sebenarnya tidaklah rumit maupun sulit untuk diterapkan. Bisa dibilang begitu, sebab rawatan supaya burung jadi lebih rajin buka paruh, ternyata tidak jauh berbeda dengan setelan harian yang banyak diterapkan oleh para kicau mania pada umumnya. Sehubungan dengan itu, adapun beberapa setelan agar suara ngekek-nya berdurasi lebih panjang, antara lain dengan rutin memandikan sampai basah kuyup, mengatur pemberian pakan, dan memberikan multivitamin. Untuk lebih lengkapnya lagi mengenai perawatan burung lovebird sebagaimana yang telah dirangkum berikut ini: Rutin Memandikan Sampai Basah Kuyup Sebagaimana yang telah dimuat dari laman omkicau.com, bahwa perawatan lovebird harian yang berupa pemandian sampai basah kuyup, ternyata bisa memicu stamina burung, sehingga sangat memungkinkan kalau nantinya mampu membuatnya jadi ngekek panjang. Untuk waktu proses pemandian sendiri tidak jauh berbeda dengan jam memandikan burung berkicau jenis lain pada umumnya, yaitu di pagi dan siang hari. Namun karena mandi burung dilakukan sampai ia basah kuyup, maka ada baiknya jika dilaksanakan tepat waktu, dimana setelah dimandikan burung harus sempat dijemur atau terkena sinar matahari. Disamping itu memandikan burung bisa dengan cara disemprot menggunakan sprayer ataupun melalui keramba mandi. Untuk pagi hari, memandikan burung hingga basah kuyup bisa diterapkan pukul 07.00. Setelah madi pagi selesai dilaksanakan, burung bisa lekas dijemur sekitar 3 jam, atau lebih tepatnya mulai 07.00 hingga 10.00. Seusai dijemur selama 3 jam, burung bisa segera diangin-anginkan sekitar 15 menit dengan cara digantang pada teras rumah, bawah pohon rindang, atau tempat teduh lainnya. Sedangkan untuk waktu pemandian di siang hari, pemilik bisa menerapkannya tepat pada jam 12.00. Setelah itu, burung dapat diangin-anginkan pada tempat teduh kembali. Memasuki waktu luang, dimana burung tidak dimandikan yaitu di sore hari, waktu ini bisa dimanfaatkan untuk memasternya menggunakan suara lovebird MP3. Setelan Pakan Lovebird Tumbuh kembang burung termasuk perkembangan pada kemampuan berkicaunya, juga sangat dipengaruhi oleh pakan yang diberikan setiap harinya. Supaya kebutuhan berbagai macam nutrisi yang diperlukan oleh burung bisa tercukupi dengan sempurna, maka sebaiknya makanan lovebird diberikan secara bervariasi. Semisal hari pertama diberi jenis pakan A, hari kedua B, dan seterusnya. Jika makanan tidak divariasi atau tidak berikan secara selang-seling, dampak buruknya yaitu burung lebih rentan terancam obesitas atau kegemukan yang mana bisa membuatnya jadi macet bunyi. Selain itu, EF (ekstra fooding) seperti buah-buahan dan sayuran segar, juga sangat disarankan untuk tidak ditinggalkan. Pasalnya EF atau pakan lovebird tambahan seperti kangkung, jagung muda, kecambah atau touge, oleh para penghobi burung kicauan banyak dianggap bahwa mampu meningkatkan birahinya, sehingga cukup memungkinkan kalau nantinya dapat membuat burung jadi lebih rajin buka paruh. Namun apabila sampai sekiranya burung terlihat over birahi, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, maka sebaiknya hentikan untuk sementara pemberian EF tersebut. Memberikan Multivitamin Pemberian multivitamin bertujuan agar lovebird selalu terjaga kesehatan dan untuk menunjang perkembangan pada segi kemampuan berkicaunya. Namun dalam upaya menjaga kesehatan burung begitupun guna mengembangkan kualitas gacornya, sebenarnya tidak hanya harus dilakukan dengan cara memberikan multivitamin saja. Akan tetapi akan lebih efektif dan lebih berhasil jika selalu menjaga kebersihan sangkar sekaligus rutin memandikannya. Dan satu hal yang perlu diingat bahwa multivitamin hanya berperan sebagai pendukung dari keberhasilan burung lovebird yang sehat dan gacor ngekek panjang. Yang lebih penting dan paling berpengaruh terhadap kesehatan sekaligus perkembangan berkicau burung adalah pada pola perawatan lovebird harian yang diberikan. Baik itu setelan harian yang berupa pemasteran, pemandian semprot ataupun keramba, pemberian pakan, dan lain sebagainya.
Baca selanjutnya- Cara merawat Burung Lovebird agar Ngekek Panjang

Cara merawat Burung Kacer agar Gacor

Perawatan Kacer Cepat Gacor – Merawat aneka macam jenis burung berkicau, hal yang paling dinantikan adalah ketika ia lekas mampu buka paruh dengan suara yang lantang dan bervariasi. Pernyataan serupa juga tak jarang diidamkan oleh para kicau mania selaku pemelihara burung bernama latin Copsychus saularis ini. Namun untuk memperoleh pengicau yang bersuara mumpuni, tentu bukanlah perkara instan. Sebab selain karena pakan yang diberikan, perawatan kacer harian juga sangat menentukan potensi kacer untuk kedepannya. Perawatan kacer biar gacor, sesungguhnya tidaklah sulit untuk diterapkan. Bisa dibilang begitu, sebab setelan burung dari genus Copsychus ini pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan rawatan yang umum diberikan terhadap pengicau jenis lainnya. Hanya saja khusus untuk kacer yang merupakan hasil tangkapan hutan, karena masih liar atau giras maka ia perlu dijinakkan terlebih dahulu. Sehubungan dengan itu, meski hasil tangkapan hutan umumnya masih giras tetapi belum tentu burung ternak atau budidaya kondisinya sudah jinak. Namun kelebihan dari burung ternak atau budidaya yaitu kebanyakan sudah mau makan voer. Sedangkan untuk hasil tangkapan hutan, umumnya masih sulit atau bahkan enggan mengkonsumsi voer. Oleh karena itu, supaya pengicau yang dikelompokkan pada keluarga atau suku Muscicapidae ini lekas jinak, baik itu yang berasal dari hutan ataupun hasil budidaya, maka metode penjinakkan adalah upaya yang sangat tepat. Tujuan dari penjinakkan burung adalah agar ia lebih mudah untuk dimaster, ataupun diberi perawatan kacer lainnya. Sedangkan untuk burung tangkapan, agar ia lebih gemar mengkonsumsi voer sehingga kebutuhan protein-nya bisa tercukupi dengan baik, ada baiknya jika segera dilatih supaya mau makan voer. Di dalam voer terdapat kandungan nutrisi yang belum tentu ada pada EF. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya pemberian EF guna memenuhi kebutuhan berbagai nutrisi yang belum tentu terkandung pada EF. Selain itu, beberapa merk voer tak jarang yang mengandung zat tertentu, yang berguna untuk mencegah burung agar tidak rentan stres. Untuk lebih ringkasnya, berikut ulasan sub bab mengenai perawatan kacer harian untuk dewasa / bakalan. Dijinakkan Lebih Dulu Menjinakkan juga termasuk perawatan kacer paling awal. Pemandian tidak dilaksanakan seperti biasanya. Kalau pada umumnya pemandian dilakukan tidak secara basah kuyup, namun kali ini memandikan dilakukan hingga basah kuyup. Proses memandikan bisa dilakukan dengan disemprot menggunakan sprayer ataupun lewat keramba mandi. Dan pada saat kondisi basah kuyup burung akan mudah lapar. Di saat itulah pemilik bisa melakukan pendekatan dengan memberikan voer atau EF agar burung semakin terbiasa dengan keberadaan pemilik. Semakin sering metode sedemikian diterapkan, maka makin bergantung pula ia pada pemiliknya. Tanpa disadari lama-kelamaan kacer akan menjadi lebih jinak. Namun perlu diketahui bahwa EF atau voer sebaiknya segera diberikan sebelum burung merasa terlalu kelaparan. Terlepas dari itu, selain dengan memberikan pakan dikala burung sedang dalam kondisi lapar, menjinakkan juga bisa dengan siklus penggantangan. Tindakan yang pertama adalah dengan menggantang burung pada ketinggian di tempat yang ramai atau padat aktivitas manusia. Setelah itu, tepat pada minggu kedua, ketinggian gantangan sedikit diturunkan. Lepas dari dua minggu kemudian, atau lebih tepatnya memasuki minggu ke tiga, burung digantang dengan ketinggian yang normal seperti pada umumnya. Penggantangan dapat ditempatkan di teras rumah, halaman depan pertokoan, bawah pohon rindang, atau wilayah-wilayah ramai lainnya. Tujuan dari penggantangan ini sendiri yaitu supaya burung bisa terbiasa dengan kehadiran manusia, khususnya selain pemilik daripada burung itu sendiri. Menjinakkan kacer yang terakhir adalah dengan pengaturan pemberian pakan EF. Tindakan yang pertama yaitu dengan mengosongkan wadah pakan di saat burung dikerodong pada malam hari. Tepat di pagi harinya, otomatis burung akan merasa lapar. Pada saat ia kelaparan, inilah waktu yang tepat untuk menyuapi EF seperti jankgkrik, yang mana dilakukan dengan memanfaatkan sebatang lidi. Lakukan kebiasaan tersebut secara rutin, dan terus kurangi atau potong lidi hingga ukurannya menjadi lebih pendek. Jika lidi semakin pendek atau sekiranya sudah tidak mungkin untuk dipotong lagi, maka jangkrik bisa diberikan dengan tangan kosong. Namun biasanya burung tidak langsung mau disuapi dengan tangan. Kalau sampai seperti itu, upaya yang bisa dilakukan adalah mengulang kembali penyuapan melalui lidi. Menyuapi burung dengan lidi terus dilakukan hingga burung benar-benar mau disuapi dengan tangan kosong. Di saat burung sudah mau diberi EF berupa jangkrik menggunakan tangan, maka lambat laun ia akan terbiasa dan jinak pada pemiliknya. Setelah jinak, perawatan kacer selanjutnya ialah tahap makanan. Dilatih untuk Makan Voer Tidak semua kacer enggan makan voer. Akan tetapi untuk burung bakalan yang merupakan hasil dari tangkapan hutan, secara umum pada awalnya pasti tidak mau terhadap voer. Oleh sebab itu ia harus dilatih terlebih dahulu supaya mau mengkonsumsi pakan kering tersebut. Di dalam veor mengandung aneka macam nutrisi khususnya protein yang mana sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang burung, terutama pada segi kesehatan dan perkembangan kemampuan berkicaunya. Karena kandungan protein-nya yang bagus untuk perkembangan burung, maka sangat disayangkan kalau ia tidak mau menyantapnya. Disisi lain, sedangkan untuk cara melatih kacer agar mau makan voer, bisa dilakukan dengan mengurangi pemberian EF dan selalu menyediakan voer di dalam wadah makanannya. Tetapi sebaiknya usahakan jangan sampai terlambat memberikan EF kalau burung masih belum mau mengkonsumsi voer, sebab melatihnya untuk makan voer membutuhkan waktu yang agak lama. Setelan Pakan Harian Perawatan kacer biar gacor pada tahapan kali ini sebenarnya harus diperhatikan betul-betul. Rawatan murai batu harian yang umum diterapkan oleh kebanyakan kicau mania, yaitu dengan rutin memberikan pakan EF. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah pemberian EF yang harus divariasi supaya berbagai macam kebutuhan nutrisi burung bisa terpenuhi dengan sempurna. Disamping itu, adapun beberapa EF yang dapat diberikan antara lain jangkrik, belalang, orong-orong, kroto, cacing tanah, ulat hongkong, dsb. Jenis-jenis EF tersebut, sangat baik jika diberikan secara selang-seling atau divariasi. Namun takaran atau porsinya pun juga harus disesuaikan dengan karakter burung, dan sebaiknya tidak diberikan secara berlebihan. Semisal apabila kroto diberikan dengan porsi yang tinggi dan burung belum terbiasa, maka dampak kurang bagusnya yaitu bisa memicu over birahi. Umumnya kroto diberikan sebanyak satu sendok teh dalam seminggu. Sedangkan jangkrik, kebanyakan para kicau mania memberikannya 5 ekor dalam sehari. Kalau EF misalnya berupa kroto sudah terlanjur diberikan secara berlebihan, sehingga burung jadi over birahi maka tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi atau menghentikan pemberiannya sementara waktu. Sedangkan untuk penanganan atau penurunan over birahi, pemilik bisa memberikan ulat bumbung / ulat bambu rutin setiap harinya. Memberikan ulat bambu oleh para penghobi burung kicauan, banyak dipercaya bahwa mampu menurunkan tingkat birahi terhadap kacer yang over birahi. Setelan Harian Setelah semua perawatan kacer rajin gacor sebagaimana yang telah di sampaikan seperti di atas sudah diterapkan dengan rutin, teratur dan konsisten, maka setelan harian bisa segera dilaksanakan dengan semestinya. Rawatan harian yang umum diberikan oleh para pencetak kacer jawara, sebenarnya tidaklah jauh beda dengan setelan yang banyak diterapkan oleh kicau mania pada umumnya. Misalnya dengan rutin memandikan, menjemur tepat waktu, selalu menjaga kebersihan sangkar, pemberian pakan yang bervariasi, mengkerodong pada malam hari, dll. Selain itu, masih ada perawatan kacer tambahan yang banyak terbukti mampu memoles suaranya agar lebih menjanjikan. Setelan tambahan tersebut adalah pemasteran. Memaster bisa dilakukan di pagi hari seusai burung mandi, dijemur, dan dibersihkan kandangnya. Atau pada sore hari setelah ia dimasukkan ke dalam rumah. Kalau pagi dan sore tidak sempat memberikan pemasteran, maka bisa dilaksanakan malam hari sesudah burung dalam kondisi dikerodong. Bahan yang dapat dipakai untuk memaster, bisa dengan menggunakan suara kacer MP3 maupun gacoran burung jenis lain.
Baca selanjutnya- Cara merawat Burung Kacer agar Gacor

Cara merawat Burung Kenari

Kenari muda, yaitu burung kenari yg berusia di bawah 4 bulan memang membutuhkan kesabaran bagi pemiliknya, karena umumnya, burung kenari muda ini baru mampu berkicau ketika berumur 5-6 bulan. Semakin bertambahnya umur kenari muda, maka dia akan semakin rajin berkicau, kemudian burung kenari akan menjadi gacor setelah dewasa dan siap kawin dengan calon pasangannya. Adapun beberapa cara yg perlu dilakukan dalam merawat kenari muda yang masih berumur kurang dari 4 bulan, sehingga kita bisa merawat kenari muda milik kita supaya lebih cepat bunyi ketika mulai tumbuh dewasa. Sekarang ini, terdapat banyak pencinta burung yg lebih suka membeli kenari yang masih berusia muda atau bahkan sangat muda. Selain karena harganya yang lebih murah, kenari muda juga lebih gampang untuk dimaster dengan suara burung yg diinginkan. Kalau anda ingin mencetak kenari khusus buat lomba, maka kenari yang disiapkan harus berusia lebih muda, atau sekitar 25–30 hari, sebab usia itu merupakan saat yang paling sempurna buat memulai proses pemasteran kenari. Nah, selain cara merawat kenari muda supaya cepat bunyi diatas, berikut adalah beberapa saran penting lain perihal perawatan burung kenari yg berusia kurang dari 4 bulan agar burung kenari milik anda menjadi kenari yang berkualitas, baik dari segi mental si kenari, maupun dari bunyi isiannya. Breeding Burung Kenari Muda (kenari anakan). Burung Kenari Muda (kenari anakan). Cara Merawat Kenari Muda agar Cepat Bunyi Setiap jenis burung tentu saja membutuhkan nutrisi tinggi untuk menunjang pertumbuhan sel, bulu, serta perkembangan fungsi organ-organ tubuhnya. Bedanya, kadar zat gizi dari pakan burung yg harus disesuaikan dengan umur masing-masing. Kenari atau jenis burung lain membutuhkan pakan yg berprotein tinggi sejak masih muda. Sejumlah pakar merekomendasikan buat memberi pakan dengan kadar protein kurang lebih 20 – 22 %. Hal ini krusial dilakukan buat memacu perkembangan serta fungsi organ-organ tubuh kenari muda yang memang belum sempurna, selain itu juga untuk menunjang pertumbuhan badan kenari muda. Saat burung kenari sudah masuk usia remaja (kurang lebih 4 sampai 7 bulan), kebutuhan protein dalam pakan umumnya menurun, sebagai akibatnya cukup diberi pakan dengan kadar protein 14 – 16 %. Namun, ketika burung sudah mulai dewasa (umur sekitar 8 bulan atau lebih), maka kebutuhan protein pada pakan burung juga akan kembali meningkat, menjadi kurang lebih 17 – 20 %. 1. Kenari muda juga sangat memerlukan vitamin dan mineral. Sebagian vitamin dan mineral tersebut sudah terkandung dalam pakan biji-bijian, namun belum mencukupi kebutuhan hariannya. Oleh karena itu, diperlukan makanan tambahan yg mengandung lebih banyak vitamin dan mineral, yaitu melalui buah-buahan serta sayur-sayuran. Sayuran berwarna hijau tua sangat baik buat kenari anakan sebab mempunyai kandungan vitamin A serta vitamin C yang lebih banyak dan mengandung beberapa mineral seperti kalsium (Ca), fosfor (P), zat besi (Zn), dan magnesium (Mg) yang sangat krusial untuk pertumbuhan burung kenari. Sayuran yg berwarna hijau tua juga menjadi sumber karotenoid yg memiliki manfaat buat memerangi radikal bebas pada burung. Selain itu, buah-buahan juga diperlukan sebagai makanan tambahan untuk kenari muda (anakan) atau bakalan. Porsi buah-buahan usahakan berjumlah 1/4 bagian saja. Buah-buahan sejenis peer dan apel baik untuk burung kenari, namun jangan lupa mengupas kulit serta membuang bijinya terlebih dahulu. Anda juga perlu mencatat bahwa tidak semua buah-buhan aman untuk dikonsumsi oleh burung kenari. Terdapat beberapa buah yg tidak boleh diberikan pada berbagai burung kicauan, termasuk burung kenari, seperti alpukat dan buah cokelat (kakao). 2. Kenari muda butuh dijemur pada waktu yang tepat. Kenari muda (anakan) yang berusia kurang dari 4 bulan juga butuh sinar matahari yang sangat membantu pertumbuhannya, menguatkan tulang, dan melancarkan penyebaran minyak yang melapisi bulu-bulu kenari sehingga terlihat kuat dan berkilau. Sinar matahari mengandung banyak vitamin D, yg memang sangat dibutuhkan sang kenari muda (anakan). Tetapi, penjemuran kenari harus di waktu yang tepat, yaitu dimulai pada pagi hari sampai pukul 09:30AM Sebisa mungkin hindari penjemuran burung kenari sesudah pukul 10:00AM karena cahaya matahari sudah lumayan terik dan dapat mengakibatkan burung kenari mengalami kehilangan cairan tubuh (dehidrasi) dan mengalami iritasi pada mata mereka. 3. Kenari muda butuh makanan tambahan secara tepat. Pakan tambahan juga sangat diperlukan burung kenari. Burung kenari dan burung jenis finch lainnya memerlukan pakan tambahan di luar pakan utamanya. Pakan tambahan yang dapat diberikan pada kenari muda diantaranya telur rebus, kroto, dan egg food. Kalau anda ingin yg lebih mudah, telur puyuh yang direbus bisa dipergunakan sebagai pakan tambahan. Selain itu, telur puyuh rebus pula dipercaya bisa menaikkan birahi kenari dengan cepat. Oleh karena itu, beberapa kicaumania memberi telur puyuh rebus tetapi harus diberikan secara berkala agar burung kenari tidak mengalami over birahi. Namun, perlakuan khusus perlu dilakukan pada kenari muda (anakan), termasuk dalam hal makanan. Kenari muda boleh diberikan telur secara rutin di pagi serta sore hari dengan porsi 1/2 buah. Hal ini perlu dilakukan karena kenari muda membutuhkan protein yang cukup banyak. 4. Kenari muda juga membutuhkan makanan yang mengandung kalsium dan fosfor. Burung muda jenis apapun, termasuk kenari muda sangat membutuhkan mineral, khususnya fosfor (P) dan kalsium (CA) sebab kedua mineral inilah yg memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan paruh, kuku, dan bulu burung kenari. Mineral ini bisa didapatkan dari beberapa makanan, salah satunya adalah tulang sotong. 5. Pemasteran kenari muda (anakan) Kapan kenari siap dimaster? Saat yang tepat untuk mulai memaster burung kenari adalah waktu kenari berusia 25 – 30 hari. Bila anda tidak mempunyai kenari bahan menggunakan usia semuda itu, anda juga bisa memakai burung yang lebih tua, yaitu burung kenari yang umurnya kurang dari tiga bulan. Pemasteran kenari muda bisa dilakukan dengan metode yg berbeda-beda. Sebagai contoh, suara dari kicauan burung masteran harus pada kondisi rajin bunyi (gacor). Selain dengan burung asli, anda juga dapat memakai media media elektronik, seperti hp atau mp3 yang berisi suara burung. Metode yang memanfaatkan teknologi ini memang lebih murah, lebih efektif, dan lebih mudah dibanding harus membeli burung ocehan yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Tetapi, keberhasilan pemasteran kenari tetap tergantung dari penempatan, waktu, serta pengaturan suara masteran burung yang diputar. Memaster burung kenari muda akan lebih efektif jika kita menempatkan sumber suara masteran dan kenari muda dalam ruangan. Agar proses perekaman serta pembelajaran kenari muda akan berjalan lebih sempurna serta lebih cepat dibanding jika dilakukan di luar ruangan. Itulah beberapa cara merawat kenari muda agar cepat gacor. Merawat kenari muda memang tidak mudah dan membutuhkan proses serta waktu yang relatif lama. Hasil perawatan serta pemasteran kenari muda (kenari anakan) baru muliah terlihat paling cepat saat kenari sudah berumur 1 tahun, meski kadang baru terlihat hasilnya di usia 2 tahun. Jadi, anda perlu bersabar dalam melewati setiap proses perawatan burung kenari muda, karena kesabaran serta ketelatenan ialah kunci keberhasilan agar burung kenari bisa cepat gacor. Semoga artikel tentang Cara Merawat Burung Kenari Muda (Kenari Anakan) agar Cepat Gacor ini bermanfaat untuk Anda. 😀 :mrgreen:
Baca selanjutnya- Cara merawat Burung Kenari
#newnavbar ul li{ list-style-type: none; display:inline; margin:0px; padding:30px; border:0px solid; }