}
Tampilkan postingan dengan label TIK kls 9. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIK kls 9. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2011

Sejarah Singkat internet

# Sejarah internet bermula ketika beroperasinya jaringan ARPANET pada tahun 1969. Jaringan ARPANET pertama tersebut hanya menghubungkan empat host komputer dan besar bandwitdh-nya hanya 50kbps.
# Untuk lebih jelas, berikut ini diuraikan timeline perkembangan internet sejak berdirinya sampi dekade 90-an menurut sejarah DUNIA :
- Tahun 1967 – 1970
Lawrence G. roberts dari machusetts of Technology (MIT) mempre-sentasikan rencana
pembangunan ARPANET.
- Tahun 1968
proposal ARPANET dibuat untuk memulai proyek tersebut.
- Tahun 1970
Host ARPANET mulai menggunakan NPC (Network Control Protocol).
- Tahun 1971-1988
Roy Tomlinson dari BNN menciptakan progam E-mail.
- 1975
steve walker membuat mailling list.
- 1979
Tom Truscott dan Jim Ellis memperkenalkan USENET.
- 15 maret 1985
Syimbolic.com tercatat sebagai domain pertama.
- 1988
Internet Relay chat (IRC) diciptakan oleh Jarkko Oikrane
- 1986
National Science Foundation (NSF) Backbone dibentuk.
- 1996
Internet World Expo.
- 2003
doc type xhtml, W3C, CSS, RSS, ATOM, blogs.
- 2006
& WEB 2.0 World Expo.
# Sedangkan sejarah di INDONESIA internet berawal dari :
1992 – Berawal dari BPPT – UI – LAPAN.
Terbentuk Paguyuban – teknologi packet radio sebagai basis untuk network regional.
1994 – Indointernet sebagai ISP komersial pertama.
1996 – paling tidak 20 ISP komersial & 40 ISP menunggu ijin operasi
2004 – Telah lebih dari 20 ISP, dan koneksinya telah bertambah banyak [ dial up, Lease line, ADSL, Cable, Handphone / GPRS, WI FI
Baca selanjutnya- Sejarah Singkat internet

kecepatan akses internet

Ukuran kecepatan akses internet dinyatakan dengan byte per second disingkat Bps atau bit per second disingkat bps

1 Bps = 8 bps (bit per second)

Ukuran kecepatan yang lain :

1 KBps = 1000 Bps (Kilo Byte per second)

1 MBps = 1000 KBps (Mega Byte per second)

1 GBps = 1000 MBps (Giga Byte per second)

1 TBps = 1000 GBps (Tera Byte per second)

Besarnya kecepatan akses internet ditentukan oleh lebarnya band width. kecepatan akses internet bisa diukur oleh suatu program software aplikasi seperti speedtest.net

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan akses internet dipengaruhi oleh :

1. Faktor internal (faktor yang disebabkan dari dalam) :

a. Perangkat Keras (Hardware)

b. Perangkat Lunak (Software)

2. Faktor eksternal (faktor yang yang disebabkan dari luar)

a. Kepadatan lalu lintas jaringan

b. ISP
Baca selanjutnya- kecepatan akses internet

Arpanet

Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET), adalah operasional pertama di dunia packet switching jaringan dan jaringan inti dari satu set yang datang untuk menyusun global Internet . The network was created by a small research team at the Massachusetts Institute of Technology and the Defense Advanced Research Projects Agency ( DARPA ) of the United States Department of Defense . Jaringan diciptakan oleh tim riset kecil di Massachusetts Institute of Technology dan Defense Advanced Research Projects Agency ( DARPA ) dari Amerika Serikat Departemen Pertahanan . The packet switching of the ARPANET was based on designs by Lawrence Roberts of the Lincoln Laboratory . [ 1 ] Paket switching dari ARPANET didasarkan pada desain oleh Lawrence Roberts dari Laboratorium Lincoln . [1]

Packet switching, today the dominant basis for data communications worldwide, was a new concept at the time of the conception of the ARPANET. Packet switching, hari ini dasar dominan untuk komunikasi data di seluruh dunia, adalah konsep baru pada saat konsepsi ARPANET. Data communications had been based on the idea of circuit switching , as in the traditional telephone circuit, wherein a telephone call reserves a dedicated circuit for the duration of the communication session and communication is possible only between the two parties interconnected. Komunikasi data telah didasarkan pada gagasan switching sirkuit , seperti dalam sirkuit telepon biasa, dimana cadangan telepon panggilan sirkuit khusus untuk durasi sesi komunikasi dan komunikasi hanya mungkin antara kedua belah pihak saling berhubungan.

With packet switching, a data system could use one communications link to communicate with more than one machine by collecting data into datagrams and transmit these as packets onto the attached network link, whenever the link is not in use. Dengan packet switching, sebuah sistem data dapat menggunakan satu link komunikasi untuk berkomunikasi dengan lebih dari satu mesin dengan mengumpulkan data ke dalam datagram dan mengirimkan ini sebagai paket ke link jaringan terpasang, setiap kali link tidak digunakan. Thus, not only could the link be shared, much as a single post box can be used to post letters to different destinations, but each packet could be routed independently of other packets. Jadi, tidak hanya bisa link dibagi, sebanyak satu kotak pos dapat digunakan untuk mengirim surat ke tujuan yang berbeda, namun masing-masing paket bisa diarahkan secara independen dari paket lainnya
Baca selanjutnya- Arpanet

peer to peer

Peer-to-peer (P2P) komputer atau jaringan adalah arsitektur aplikasi terdistribusi yang partisi tugas atau beban kerja antara rekan-rekan. Peers are equally privileged, equipotent participants in the application. Peer sama-sama istimewa, peserta equipotent dalam aplikasi. They are said to form a peer-to-peer network of nodes. Mereka dikatakan membentuk jaringan peer-to-peer node.

Peers make a portion of their resources, such as processing power, disk storage or network bandwidth, directly available to other network participants, without the need for central coordination by servers or stable hosts. [ 1 ] Peers are both suppliers and consumers of resources, in contrast to the traditional client–server model where only servers supply, and clients consume. Peer membuat sebagian dari sumber daya mereka, seperti kekuatan pemrosesan, penyimpanan disk atau bandwidth jaringan, langsung tersedia untuk peserta jaringan lain, tanpa memerlukan koordinasi pemerintah pusat dengan server atau host yang stabil. [1] Peer keduanya pemasok dan konsumen sumber daya, kontras dengan tradisional client-server model dimana hanya server pasokan, dan klien konsumsi.

The peer-to-peer application structure was popularized by file sharing systems like Napster . Untuk-peer aplikasi struktur-peer dipopulerkan oleh sistem file sharing seperti Napster . The peer-to-peer computing paradigm has inspired new structures and philosophies in other areas of human interaction. Paradigma komputasi peer-to-peer telah mengilhami struktur baru dan filsafat di daerah lain interaksi manusia. In such social contexts, peer-to-peer as a meme refers to the egalitarian social networking that is currently emerging throughout society , enabled by Internet technologies in general. Dalam konteks sosial, peer-to-peer sebagai meme yang mengacu pada egaliter jejaring sosial yang saat ini muncul di seluruh masyarakat , dimungkinkan oleh internet teknologi pada umumnya
Baca selanjutnya- peer to peer

OSI (open system interconnection)

OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).

Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

* Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
* Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
* Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Baca selanjutnya- OSI (open system interconnection)

Kamis, 29 September 2011

Firewall

Firewall atau tembok-api adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Tembok-api umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap modal digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi hakikat.

Jenis-jenis Firewall

Taksonomi Firewall
Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut

Fungsi Firewall

Secara fundamental, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
  • Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
  • Melakukan autentikasi terhadap akses
  • Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
  • Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator

Mengatur dan Mengontrol Lalu lintas jaringan

Fungsi pertama yang dapat dilakukan oleh firewall adalah firewall harus dapat mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat atau komputer yang dilindungi oleh firewall. Firewall melakukan hal yang demikian, dengan melakukan inspeksi terhadap paket-paket dan memantau koneksi yang sedang dibuat, lalu melakukan penapisan (filtering) terhadap koneksi berdasarkan hasil inspeksi paket dan koneksi tersebut.

Proses inspeksi Paket

Inspeksi paket ('packet inspection) merupakan proses yang dilakukan oleh firewall untuk 'menghadang' dan memproses data dalam sebuah paket untuk menentukan bahwa paket tersebut diizinkan atau ditolak, berdasarkan kebijakan akses (access policy) yang diterapkan oleh seorang administrator. Firewall, sebelum menentukan keputusan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi dari luar, ia harus melakukan inspeksi terhadap setiap paket (baik yang masuk ataupun yang keluar) di setiap antarmuka dan membandingkannya dengan daftar kebijakan akses. Inspeksi paket dapat dilakukan dengan melihat elemen-elemen berikut, ketika menentukan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi:
  • Alamat IP dari komputer sumber
  • Port sumber pada komputer sumber
  • Alamat IP dari komputer tujuan
  • Port tujuan data pada komputer tujuan
  • Protokol IP
  • Informasi header-header yang disimpan dalam paket

Koneksi dan Keadaan Koneksi

Agar dua host TCP/IP dapat saling berkomunikasi, mereka harus saling membuat koneksi antara satu dengan lainnya. Koneksi ini memiliki dua tujuan:
  1. Komputer dapat menggunakan koneksi tersebut untuk mengidentifikasikan dirinya kepada komputer lain, yang meyakinkan bahwa sistem lain yang tidak membuat koneksi tidak dapat mengirimkan data ke komputer tersebut. Firewall juga dapat menggunakan informasi koneksi untuk menentukan koneksi apa yang diizinkan oleh kebijakan akses dan menggunakannya untuk menentukan apakah paket data tersebut akan diterima atau ditolak.
  2. Koneksi digunakan untuk menentukan bagaimana cara dua host tersebut akan berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya (apakah dengan menggunakan koneksi connection-oriented, atau connectionless).

Ilustrasi mengenai percakapan antara dua buah host
Kedua tujuan tersebut dapat digunakan untuk menentukan keadaan koneksi antara dua host tersebut, seperti halnya cara manusia bercakap-cakap. Jika Amir bertanya kepada Aminah mengenai sesuatu, maka Aminah akan meresponsnya dengan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh Amir; Pada saat Amir melontarkan pertanyaannya kepada Aminah, keadaan percakapan tersebut adalah Amir menunggu respons dari Aminah. Komunikasi di jaringan juga mengikuti cara yang sama untuk memantau keadaan percakapan komunikasi yang terjadi.
Firewall dapat memantau informasi keadaan koneksi untuk menentukan apakah ia hendak mengizinkan lalu lintas jaringan. Umumnya hal ini dilakukan dengan memelihara sebuah tabel keadaan koneksi (dalam istilah firewall: state table) yang memantau keadaan semua komunikasi yang melewati firewall. Dengan memantau keadaan koneksi ini, firewall dapat menentukan apakah data yang melewati firewall sedang "ditunggu" oleh host yang dituju, dan jika ya, aka mengizinkannya. Jika data yang melewati firewall tidak cocok dengan keadaan koneksi yang didefinisikan oleh tabel keadaan koneksi, maka data tersebut akan ditolak. Hal ini umumnya disebut sebagai Stateful Inspection.

Stateful Packet Inspection

Ketika sebuah firewall menggabungkan stateful inspection dengan packet inspection, maka firewall tersebut dinamakan dengan Stateful Packet Inspection (SPI). SPI merupakan proses inspeksi paket yang tidak dilakukan dengan menggunakan struktur paket dan data yang terkandung dalam paket, tapi juga pada keadaan apa host-host yang saling berkomunikasi tersebut berada. SPI mengizinkan firewall untuk melakukan penapisan tidak hanya berdasarkan isi paket tersebut, tapi juga berdasarkan koneksi atau keadaan koneksi, sehingga dapat mengakibatkan firewall memiliki kemampuan yang lebih fleksibel, mudah diatur, dan memiliki skalabilitas dalam hal penapisan yang tinggi.
Salah satu keunggulan dari SPI dibandingkan dengan inspeksi paket biasa adalah bahwa ketika sebuah koneksi telah dikenali dan diizinkan (tentu saja setelah dilakukan inspeksi), umumnya sebuah kebijakan (policy) tidak dibutuhkan untuk mengizinkan komunikasi balasan karena firewall tahu respons apa yang diharapkan akan diterima. Hal ini memungkinkan inspeksi terhadap data dan perintah yang terkandung dalam sebuah paket data untuk menentukan apakah sebuah koneksi diizinkan atau tidak, lalu firewall akan secara otomatis memantau keadaan percakapan dan secara dinamis mengizinkan lalu lintas yang sesuai dengan keadaan. Ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan firewall dengan inspeksi paket biasa. Apalagi, proses ini diselesaikan tanpa adanya kebutuhan untuk mendefinisikan sebuah kebijakan untuk mengizinkan respons dan komunikasi selanjutnya. Kebanyakan firewall modern telah mendukung fungsi ini.

Melakukan autentikasi terhadap akses

Fungsi fundamental firewall yang kedua adalah firewall dapat melakukan autentikasi terhadap akses.
Protokol TCP/IP dibangun dengan premis bahwa protokol tersebut mendukung komunikasi yang terbuka. Jika dua host saling mengetahui alamat IP satu sama lainnya, maka mereka diizinkan untuk saling berkomunikasi. Pada awal-awal perkembangan Internet, hal ini boleh dianggap sebagai suatu berkah. Tapi saat ini, di saat semakin banyak yang terhubung ke Internet, mungkin kita tidak mau siapa saja yang dapat berkomunikasi dengan sistem yang kita miliki. Karenanya, firewall dilengkapi dengan fungsi autentikasi dengan menggunakan beberapa mekanisme autentikasi, sebagai berikut:
  • Firewall dapat meminta input dari pengguna mengenai nama pengguna (user name) serta kata kunci (password). Metode ini sering disebut sebagai extended authentication atau xauth. Menggunakan xauth pengguna yang mencoba untuk membuat sebuah koneksi akan diminta input mengenai nama dan kata kuncinya sebelum akhirnya diizinkan oleh firewall. Umumnya, setelah koneksi diizinkan oleh kebijakan keamanan dalam firewall, firewall pun tidak perlu lagi mengisikan input password dan namanya, kecuali jika koneksi terputus dan pengguna mencoba menghubungkan dirinya kembali.
  • Metode kedua adalah dengan menggunakan sertifikat digital dan kunci publik. Keunggulan metode ini dibandingkan dengan metode pertama adalah proses autentikasi dapat terjadi tanpa intervensi pengguna. Selain itu, metode ini lebih cepat dalam rangka melakukan proses autentikasi. Meskipun demikian, metode ini lebih rumit implementasinya karena membutuhkan banyak komponen seperti halnya implementasi infrastruktur kunci publik.
  • Metode selanjutnya adalah dengan menggunakan Pre-Shared Key (PSK) atau kunci yang telah diberitahu kepada pengguna. Jika dibandingkan dengan sertifikat digital, PSK lebih mudah diimplenentasikan karena lebih sederhana, tetapi PSK juga mengizinkan proses autentikasi terjadi tanpa intervensi pengguna. Dengan menggunakan PSK, setiap host akan diberikan sebuah kunci yang telah ditentukan sebelumnya yang kemudian digunakan untuk proses autentikasi. Kelemahan metode ini adalah kunci PSK jarang sekali diperbarui dan banyak organisasi sering sekali menggunakan kunci yang sama untuk melakukan koneksi terhadap host-host yang berada pada jarak jauh, sehingga hal ini sama saja meruntuhkan proses autentikasi. Agar tercapai sebuah derajat keamanan yang tinggi, umumnya beberapa organisasi juga menggunakan gabungan antara metode PSK dengan xauth atau PSK dengan sertifikat digital.
Dengan mengimplementasikan proses autentikasi, firewall dapat menjamin bahwa koneksi dapat diizinkan atau tidak. Meskipun jika paket telah diizinkan dengan menggunakan inspeksi paket (PI) atau berdasarkan keadaan koneksi (SPI), jika host tersebut tidak lolos proses autentikasi, paket tersebut akan dibuang.

Melindungi sumber daya dalam jaringan privat

Salah satu tugas firewall adalah melindungi sumber daya dari ancaman yang mungkin datang. Proteksi ini dapat diperoleh dengan menggunakan beberapa peraturan pengaturan akses (access control), penggunaan SPI, application proxy, atau kombinasi dari semuanya untuk mencegah host yang dilindungi dapat diakses oleh host-host yang mencurigakan atau dari lalu lintas jaringan yang mencurigakan. Meskipun demikian, firewall bukanlah satu-satunya metode proteksi terhadap sumber daya, dan mempercayakan proteksi terhadap sumber daya dari ancaman terhadap firewall secara eksklusif adalah salah satu kesalahan fatal. Jika sebuah host yang menjalankan sistem operasi tertentu yang memiliki lubang keamanan yang belum ditambal dikoneksikan ke Internet, firewall mungkin tidak dapat mencegah dieksploitasinya host tersebut oleh host-host lainnya, khususnya jika exploit tersebut menggunakan lalu lintas yang oleh firewall telah diizinkan (dalam konfigurasinya). Sebagai contoh, jika sebuah packet-inspection firewall mengizinkan lalu lintas HTTP ke sebuah web server yang menjalankan sebuah layanan web yang memiliki lubang keamanan yang belum ditambal, maka seorang pengguna yang "iseng" dapat saja membuat exploit untuk meruntuhkan web server tersebut karena memang web server yang bersangkutan memiliki lubang keamanan yang belum ditambal. Dalam contoh ini, web server tersebut akhirnya mengakibatkan proteksi yang ditawarkan oleh firewall menjadi tidak berguna. Hal ini disebabkan oleh firewall yang tidak dapat membedakan antara request HTTP yang mencurigakan atau tidak. Apalagi, jika firewall yang digunakan bukan application proxy. Oleh karena itulah, sumber daya yang dilindungi haruslah dipelihara dengan melakukan penambalan terhadap lubang-lubang keamanan, selain tentunya dilindungi oleh firewall.
Baca selanjutnya- Firewall
#newnavbar ul li{ list-style-type: none; display:inline; margin:0px; padding:30px; border:0px solid; }